Ditengah Demam Dikha Aura Farming, Sejumlah Jalur Unggulan Dukungan RAPP-April akan Tampil di Narosa

Jumat, 25 Juli 2025 | 13:41:39 WIB

TELUK KUANTAN – Menerusi keterlibatan mereka dalam pacu jalur sejak beroperasi tahun 1994 yang lalu,  PT Riau Andalan Pulp and Papar atau RAPP-April Group kembali berpartisipasi dalam pelaksanaan pacu jalur tradisional event nasional tahun 2025 di Tepian Narosa Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 sampai demgan 24 Agustus 2025 mendatang.

Pacu jalur tahun 2025 akan semakin bergema seiring viralnya Dhika Aura Farming dijagad platform media sosial di dunia. Puluhan bahkan ratusan ribu penonton  akan membanjjri tepian Narosa, baik dari dalam maupun dari luar Kuansing. Termasuk dari manca negara.

Sebelum pelaksanaan pacu jalur di Tepian Narosa, para turis manca negara telah berdatangan menyaksikan pacu jalur rayon. Mulai dari.Amerika Serikat, Yordania, Malaysia, Singapura, Iran sampai Jepan.

RAPP-April sendiri selama ini telah membuktikan komimen terhadap pelestarian dan pelakasanan pacu jalur di Kuansing.

Communications Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Budhi Firmansyah, terkait dukungan RAPP-April dalam pacu jalur sudah dilakukan sejak perusahaan beroperasi 1994 yang lalu. Dukungan diberikan dalam bentuk menjadi sponsor jalur, bantuan dana untuk panitia pelaksana dan bantuan menarik kayu jalur.

Namun untuk bahan baku kayu jalur dari kawasan green belt RAPP-April sudah dihentikan sejak ada aturan baru dari Kementrian Kehutanan.

" Sejak dahulu setiap tahun RAPP-April senantiasa mendukung tradisi pacu jalur. Minimal dalam ivent nasional di tepian Narosa Teluk Kuantan, ada 4 buah jalur yang disponsor RAPP-April.

Tahun 2024 yang lalu katanya, jalur yang disponsor masing-masing Jalur Rajo Bujang Desa Padang Tangguang Pangean, Jalur Tuah Alam Cahayo Nagoghi desa  Sikakak Cerenti, Jalur Juragan Kuantan desa Seberang Gunung Gunung Toar dan Jalur Rajo Duyung 89  Pasar Gunung Kecamatan Gunung Toar. 

“Dari empat jalur yang kami sponsori tahun tahun 2024 ada satu jalur tertua di Kuansing. Yakni Jalur Rajo Duyung Pasar Gunung Kecamatan Gunung Toar. Jalur ini dibuat pada tahun 1989,” kata Budhi. 

Menurutnya, salah satu yang menjadi alasan manajemen mensponsori Jalur Rajo Duyung adalah karena usia jalur yang sudah 35 tahun masih baik dan bisa ikut berpacu. Semangat masyarakat yang merawat jalur mereka dan tetap ikut berpacu meski kayu yang dipacukan itu sudah mencapai 35 tahun harus di apresiasi. Sehingga nantinya bisa menjadi motivasi bagi desa-desa di Kuansing. 

“Ternyata kalau dirawat dengan baik, kayunya bisa tahan puluhan tahun dan masih layak dipergunakan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi yang lain,” kata  Budhi. 

Sedangkan untuk bantuan dana kepada panitia pelaksana sebesar Rp 350 juta. Total pada pacu jalur tahun 2024 yang lalu, RAPP-April membantu tradisi kebanggaan ini lebih kurang Rp 500 juta.

Pada tahun 2025 ini, RAPP-April kembali akan menjadi sponsor dengan jumlah yang sama pada tahun 2024 yang lalu.

" Biasanya sama  4 buah jalur yang disponsor.  Mudah-mudahan awal Agustus saat antar bantuan pacu jalur nanti sudah ada nama-nama jalur yang akan disponsori tahun 2025. Data untuk jalur yang akan disponsori tahun 2025 ini ada di tim SHR RAPP-April Kuansing;"kata Budhi.

Yang jelas kata Budhi, RAPP-April sejak 1994 konsisten mendukung pelestarian pacu jalur, tradisi pacu perahu panjang  di Kuansing. Tradisi ini bukan semata ajang tahunan, tetapi menjadi simbol identitas, ketangguhan, dan gotong royong masyarakat adat  ditepian Sungai Kuantan.

Menurutnya dukungan RAPP tidak sebatas saat lomba berlangsung, melainkan mencakup pelatihan atlet, persiapan teknis, hingga pelibatan masyarakat setempat dalam setiap musim Pacu Jalur.  Komitmen panjang ini menjadi bukti bahwa dunia usaha turut memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal.

Bukan sekedar festival tahunan, Pacu Jalur mencerminkan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat tepian sungai. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti RAPP, tradisi ini terus hidup dalam lintas generasi sebagai warisan budaya.

Istilah seperti “aura farming” yang belakangan populer hanyalah bentuk baru dari semangat lama, yakni upaya menyemai kebanggaan terhadap tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Riau.Alam Riau Regenerasi menjadi bagian penting dari pelestarian ini. Anak-anak muda kini terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pacu Jalur, baik sebagai peserta lomba, pelatih, maupun panitia.  

Gaung Pacu Jalur kini bahkan menembus ruang digital. Dari tepian Sungai Kuantan, tradisi ini dikenal lebih luas dan menarik perhatian di tingkat nasional maupun internasional.  Dalam hal ini, RAPP turut mendorong visibilitas budaya Melayu Riau agar semakin dikenal dan dibanggakan, serta memperkuat identitas masyarakat Riau. RAPP memastikan tradisi ini tetap relevan.

Kehadiran sektor swasta seperti RAPP dalam pelestarian Pacu Jalur menunjukkan bahwa nilai budaya dan nilai ekonomi dapat berjalan berdampingan. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang untuk menjaga identitas dan kekuatan masyarakat.

Menurut Budhi Firmansyah, sejumlah jalur papan atas yang mereka sokong pernah menjadi idola. Seperti jalur Siposan Rimbo RAPP dari desa Pauh Angit Pangean yang menjadi juara sebanyak empat tahun ditepian Narosa yakni tahun  2014, 2016, 2017.

Menurutnya telah banyak jalur yang diseponsori RAPP-April selama ini. Selain nama jalur yang disebut diatas, jalur lain yang pernah disponsori seperti jalur Rajo Bujang RAPP, jalur Singa Ngarai RAPP, jalur 9 Langkah Putri Samudra RAPP, jalur Tuah Inayan Mandulang Untuang RAPP, jalur Keramat Tuah Nagori RAPP, jalur Juraga nKuantan RAPP, jalur Upae Saghok Ghimbo Dusun RAPP, jalur Linggarjati RAPP, jalur Tapak Godang Sungai Gorakkan RAPP, jalur Terusan Nago Sati RAPP, jalur Tigo Namo Tuah Nagori RAPP, jalur Rawang Udang RAPP, jalur Putri Kumayang Linduang Daun RAPP, jalur Pulau Laghe Mandulang Untuang RAPP, jalur Raja Laut RAPP, jalur Kahulu Jantan Danau Kompe RAPP.

Sementara SHR RAPP-April Kuansing, Egri Dwi Putra menambahkan, jumlah jalur yang akan disponsori pada tahun 2025 ini akan sama dengan tahun sebelumnya. Saat ini sudah didapati tiga buah jalur yang akan disponsor.

Pertama jalur Tuah Alam Cahayo  Nagohi RAPP desa Sikakak Cerenti. Jalur Panglimo Hitam Bintang Nagori RAPP desa Munsalo Kopah dan Jalur Singa Kuantan RAPP desa Sungai Pinang.

Sementara Bupati Kuansing, H Suhardiman Anby lewat Kadis Parbud, Azhar, MM menyampaikan  terima kasih dan apresiasi, dukungan  RAPP-April pada pelaksanaan Pacu jalur Teluk Kuantan tahin 2025

" Tentu kita berharap kepada perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha yang beraktivitas di Kuansing  turut serta  seperti yang dilakukan RAPP-April,"ujarnya.( jb )

 

Terkini