Nama Japrinaldi tetiba trending diberbagai platform media sosial dan media massa yang ada di Kuantan Singingi. Setelah namanya lolos adminitrasi seleksi terbuka jabatan tinggi madya Sekda Provinsi Riau.
Banyak doa dan harapan disampaikan warganet agar dirinya terpilih dan diangkat menjadi Sekda Provinsi Riau. Berikut nukilan sejumlah doa warga terhadapnya di platform media sosial. Aamiin…Semoga terkabul Pak JAFRINALDI jadi SEKDAPROV ???? oleh Satria Sukma MdZm.Semoga jadi Setda Provinsi oleh Doni Wahyudi Amd.
Antusias pada dirinya bukan hal aneh. Ia salah satu pejabat Kuansing yang populer dan dikenal luas dari tataran elit hingga akar rumput. Maklum pria ramah dan supel itu telah 25 tahun bertugas disini dan punya pergaulan luas dan tak terbatas.
Harapan dan doa dirinya yang akan terpilih juga beralasan. Sebab sudah lebih dari 25 tahun tidak ada putra Kuansing menduduki jabatan itu selepas Alm Firdaus Malik dan Rustam S Abrus. Kala itu nama jabatanya Sekwilda atau sekretaris wilayah daerah Riau. Kedua putera terbaik asal Baserah itu kemudian menjadi Wagub Riau.
Sosoknya menjadi asa membangkitkan batang terendam itu. Sosok alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri atau STPDN tahun 1997.
Sebab Japrinaldi seorang birokrat yang telah malang melintang dan kenyang merintis karir birokrat. Mulai dari staf, eselon IV, III dan II. Salah satu syarat teknis yang sudah lebih dari cukup untuk menjadi pejabat selevel Sekda.
Ia pernah menjadi Kasubag Protokol Setda, Camat Singingi Hilir, Camat Pangean hingga Kabag Umum Setda.
Karirnya menanjak menjadi Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Bappeda & Litbang hingga Plt Kepala Dinas Kesehatan.
Rekam jejak karir birokrasinya itu, Japrinaldi tidak berkutat pada dinas dan badan yang mengurus pamong dan pemerintahan sebagai basis pendidikannya.
Namun juga dipercaya mengola badan dan dinas bersifat teknis seperti pengelolan lingkungan sebagi Kadis LH, penerimaan keuangan daerah sebagai Kepala Bapenda, pelayanan kesehatan sebagai Plt Kadiskes serta pengelolaan pasar, pertamanan dan kebersihan sebagai Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.
Jabatan teknis diluar pamong dan pemerintahan itu menambah pundi-pundi pengalamannya mengetahui, mengelola dan mencari solusi beragam persoalan pemerintahan dan pembangunan dari bermacam aspe.
Menjadikannya salah satu sosok pejabat Kuansing yang beruntung menangani beragam permasalahan dengan segala ragam permasalahan dan kompleksitas untuk kematangan karir dan kemampuannya.
Dalam pelayanan terhadap kepala daerah sebagai sentral kekuasaan Ia pernah menjadi Ajudan Bupati semasa Alm Rusjdi S Abrus dan Asrul Ja'afar.
Dari catatan media lulusan Magsiter Unri itu juga menoreh prestasi saat memimpin OPD. Saat menjadi Kadis Ingkungan Hidup untuk pertama kali Kuantan Singingi meraih penghargaan Adipura pada tahun 2017. Hampir 16 tahun Kuansing puasa penghargaan Adipura.
Dalam masa sebagai Kepala Bapenda pada tahun 2019, Ia mencetuskan aplikasi e-Pendapatan dalam pembayaran pajak dan restribusi daerah.
Terkait sistem pembayaran PBB, Ia menggagas kerjasama Bapenda dengan Bank Riaukepri. Dimana, melalui ATM masyarakat bisa membayar PBB.
Tidak sampai disitu dizamannya Bapenda menjalin kerjasama dengan StartUp yang ada di Indonesia. Dengan demikian pembayaran PBB dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui beberapa aplikasi StartUp.
Tujuan dari langkah-langkah itu untuk memberi kemudahan wajjb pajak dan transparansi.
Japrinaldi tidak semata menjadi birokrat di kampung halamannya. Selepas dari STPDN ditempatkan dikabupaten yang punya dinamika tinggi, multi etnis dan heterogen yakni Kabupaten Labuhan Batu di Provinsi Sumatera Utara tahun 2017. Tiga rahun disana Ia hijrah ke Kuansing tahun 2000. Saat itu Kuansing baru terbentuk.
Ia tak patah arang memilih mengabdi dikampung halaman yang baru terbentuk . Disaat yang lain lebih memilih berkarir di pemerinta provinsi dan kabupaten yang telah mapan dan banyak fasilitas.
Dikemudian hari justru pilihannya memberi pengalaman tak ternilai baginya. Ia beroleh pengalaman dan menjadi bagian dinamika mengelola sebuah kabupaten yang masih bayi.
Mendapat pelajaran tak terhingga bekerja pada sebuah kabupaten baru yang minim fasilitas, pendanaan dan sumber daya aparatur. Merasakan pengalaman bekerja dalam kondisi Pemda pada titik ternadir. Menjadi saksi dan pelaku membawa kabupaten dari kondisi titik terendah dengan kondisi seperti hari ini.
Dalam pelayanan terhadap pemimpin Ia telah membantu 6 Bupati dengan beragam karakter, pola dan visi misi masing-masing. Mulai dari Bupati H Rusjdi S Abrus, H Asrul Ja'afar, H Sukarmis, H Mursini, Andi Putra hingga H Suhadiman Amby.
Baginya sebagai yang diberi amanah membantu seorang kepala daerah, dirinya fokus menerjemahkan dan melaksanakan visi dan misi masing-masing pemimpin agar terlaksana yang menjadi komitmen dan janji setiap kepala daerah kepada masyarakat.
Japrinaldi sendiri irit bicara soal keikutsertaannya dalam seleksi jabatan Sekda Riau.
" Mohon doa restu,"ujarnya singkat.( ms)