Sering Banjir Bandang, APH Diminta Tertibkan Aktifitas PETI di Desa Petapahan

Rabu, 29 Januari 2025 | 19:30:58 WIB
Foto udara keruskaan alam akibat Peti di desa Petapahan

TELUK KUANTAN -  Banjir bandang yang kembali terjadi di desa Petapahan Kecamatan GunungToar, Senin (27/1/25) memantik keprihatinan tokoh masyarakat Kuansing.

Mengapa tidak, dampaknya ratusan rumah terendam banjti dan pihak terkait berjibaku mengevakuasi warga terdampak banjir. Begitu juga lahan pertanian dan perikanan.

Mantan angggota DPRD Riau, Dr Mardianto Manan, MT, Rabu ( 29/1//25) meminta aparat penegak hukum ( APH) menertibkan aktkfitas penambangan emas tanpa izin ( Peti) yang  berlangsung di hulu desa Petapahan yang beroperasi sejak lama dan terkesan tidak ada APH yang berani menindaknya.

Seperti sering disampaikannya, kegiatan Peti telah menurunkan daya dukung lingkungan secara drastis dan memprihatinkan. Sehingga jika turun hujan menyebabkan banjir bandar.

" Yang rugi itu masyarakat,'ujarnya.

Jika tidak ditertibkan APH dan pemerintah ingatnya, mereka harus  bertanggungjawab jika terjadi banjir bandang dengan skala  besar yang merugikan masyarakat.

" Segeralah tertibkan,"pintanya.

Masyarakat sekitar lanjutnya  juga ikut berperan menjaga lingkungan daerah mereka.

" Marilah jaga  lingkungan Kita sendiri, laporkan ke aparat apabila ada kegiatan di desa Kita yang bersifat menghancurkan masa depan kampung kita,"pintanya.

Sementara kata mantan Sekum IKKS Pekanbaru yang pelaku utama yang menggerakkan dompeng kaya raya dengan hasilnya, tapi alam luluh lantak dibuatnya. 

" Apakah pelaku ( pemodal)  dompeng se egois itu? Tanpa hiraukan anak cucunya nanti yang akan menerima dampaknya,"ujarnya prihatin

" Tobatlah,"pungkasnya.

Seperti diberitakan media, banjir bandang terjadi di desa Perapahan Kecamatan Gunung Toar. Dampaknya  193 rumah dan musala ikut terendam.

Kepala BPBD Kuasing, Yulizar menyebut laporan banjir diterima sekitar pukul 22.00 WIB dan tim segera turun  menuju lokasi.

Diloaksi tim gabungan BPBD, TNI dan Polri menemukan satu keluarga terjebak dalam rumah dan langsung melakukan evakuasi keluarga itu untuk dibawa ke zona aman.

Menurutnya ada beberapa masyarakat terjebak di area banjir anak-anak dan orang tua. 

" Kami malam tadi fokus langsung evakuasi yang terdampak karena air datang tiba-tiba," ujar Yulizar  melansir detiksumut.

Dari data pihaknya ada 193 rumah dan satu tempat ibadah terdampak. Selasa pagi ini air sudah mulai surut.

"Karena banjir bandang jadi cepat terendam dan cepat surut. Sekarang pak Kades masih memantau perkembangan, sementara ada 193 rumah dan satu musala terendam tadi malam sekitar 80 cm," katanya.( nto)

Terkini