TELU KUANTAN – Debi Candra, SE kembali maju dalam pemilihan umum ( Pemilu ) Legilsatif 2024 mendatang. Berbekal pengalaman sebelumnya, kali ini putrera kelahiran desa Jake kecamatan Kuantan Tengah 1 April 1978 lalu optimis melenggang ke gedung DPRD Kuansing.
Memulai debut perdana dalam dunia politik pada Pemilu Legislatif 2019 yang lalu lewat Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ), Debi Candra membuat debut meyakinkan.
Ia berhasil meraih 1.280 suara. Jumlah raihan yang cukup meyakinkan sebagai pendatang baru dalam dunia politik kala itu.
Berbekal pengalaman sebelumnya, politikus berlatar belakang wirausaha kembali maju dari daerah pemilihan ( Dapil ) I Kuansing yang meliputi kecamatan Kuantan Tengah dan Sentajo Raya telah memiliki kiat-kiat mendulang suara.
“ Pengalaman adalah guru terbaik. Dari pengalaman Saya dapat mengevaluasi pergerakan dan taktis dilapangan yang sangat dinamis sekali,”kata alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini.
Debi yakin pada Pemilu Legislatif 2024 yang akan datang, Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) sebagai tempatnya maju bakal kembali meraih satu kursi di DPRD Kuansing dari Dapil I seperti pada Pemilu Legislatif 2019 lalu.
Alasannya figur-figur Bacaleg yang disusung merupakan kader-kader yang memiliki basis massa dimasyarakat. Sekarang dirinya fokus meningkatkan raihan lebih dari 1.280 suara pada Pemilu sebelumya. Sehingga kader PKB yang akan duduk dari Dapil I berhasil Ia raih.
Sebagai sosok yang bergerak dalam dunia swasta dan wirausaha, Debi meyakinkan pemilih bahwa figur-figur wiraswasta dan wirausaha harus didukung menjadi wakil rakyat.
Karena daerah dan dunia kedepan dipengaruhi oleh situasi perekonomian yang semakin terkait satu sama lain. Semakin banyak figur-figur berlatar belakang wirausaha dan wiraswasta menjadi legislator akan mewarnai pengelolaan APBD yang menunjang tumbuh kembangnya dunia usaha dan perekonomian.
“ Jadi akan ada sinergi pengelolaan pembangunan daerah antara birokrat dan wirausaha,”sebut alumni SMA Negeri 1 Pekanbaru.
“ Sektor perdagangan, perindustrian, perkebunan dan pertanian dalam arti luas lainnya harus maju,”kata mantan Ketua Dpc Partai Perindo Kuansing.
Sebab tantangan terberat pemerintahan kedepan salah satunya mengatasi masalah pekerjaan untuk warga. Salah satu solusinya dengan menghidupkan sektor swasta yang dapat menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja.
“ Perlu dipetakan masalah dan kondisi sepuluh bahkan lima puluh tahun kedepan, lalu dicari peta jalan penanganannya,’ungkapnya.
“ Kalau figur swasta dan wirausaha sudah terbiasa dengan kondisi prediksi kedepan agar bisa survive dan mengantisipasi masalah-masalah yang sulit dilapangan,’sambungnya.
Contoh dalam sektor perkebunan dan pertanian tanaman pagan kata Debi, sejak sekarang harus sudah menelurkan program –program intensifikasi. Sebab dimata alumni SMP Negeri 12 Teluk Kuantan mayoritas warga Kuansing bersandar ekonomi pada perkebunan dan pertanian.
Sementara tantangan kedepan jumlah petani akan semakin banyak sementara lahan tidak akan bertambah sama sekali.
“ Jadi program-program tumpang sari harus digalakkan. Dalam satu hektar lahan perkebunan tidak hanya satu komoditi saja, namun ada komoditi lain,”katanya.
Begitu juga dengan program-program dalam rangka mengembangkan industri turunan dari sektor perkebunan dan pertanian yang berbasis usaha kecil menengah ( UKM ) dan koperasi ( UKM )
“ Contoh dibeberapa daerah mereka mensupport kerajinan dari lidi kelapa sawit. Ini potensinya besar sekali dan belum terjamah,”paparnya.
Sosok dan kiprah Debi Candra sendiri sudah cukup dikenal. Selain politisi juga seorang wirausaha bidang perkebunan kelapa sawit. Ia juga dipercaya oleh salah satu perusahaan kelapa sawit sebagai Humas yakni di PT ASMJ. ( isa )