Musrenbang kecamatan Benai

Usulan Infrastruktur Masih Mendominasi Musrenbang Tingkat Kecamatan Benai

Jumat,20 Februari 2020 - 10:53:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menggelar musrenbang tingkat kecamatan di Kecamatan Benai, Kamis (20/2/2020).

Acara yang digelar di aula Kecamatan Benai tersebut, usulan infrastruktur masih mendominasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Benai.

Camat Benai Okstaria Dwi Gustin SIP MSi mengatakan masyarakat Kecamatan Benai dengan 17.249 jiwa sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Masih kata Camat, tahun ini banyak pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Kuansing di Kecamatan Benai. Mulai sektor infrastruktur, ekonomi hingga pendidikan.

"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah melaksanakan pembangunan di Benai," ungkap Okstaria dalam sambutannya.

Meskipun begitu, kata Camat, masih ada sejumlah ruas jalan kabupaten yang masih membutuhkan pembangunan dan perawatan karena kondisinya cukup memprihatinkan.

"Kita minta pembangunan dan perawatan ruas jalan kabupaten ini bisa dianggarkan melalui dinas terkait," pintanya.

Camat juga mengatakan ada sejumlah usulan prioritas, diantaranya pengaspalan jalan lingkar Pasar Benai 1 Km, jalan usaha tani Desa Pulau Ingu 1 Km, Pembangunan Kantor Kepala Desa Tanjung Simandolak.

"Usulan prioritas ada dua kelompok, yakni pertama infrastruktur ekonomi dan pendidikan," ungkapnya.

Sementara Bupati Kuansing Drs H Mursini mengatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum menggembirakan. Hal ini bisa diamati dari kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing desa.

"Bisa kita tandai, masih ada masyarakat kita yang sulit membiayai hidup dan pendidikan anak-anak mereka," ungkapnya.

Saat ini, kata bupati, pencaharian masyarakat Kuansing rata-rata petani. Apakah sektor pertanian dan perkebunan, mulai tanaman pangan hingga palawija.

"Sebagaian besar petani pekebun, baik kebun karet dan sawit," katanya.

Bicara kebun karet tutur Bupati, lebih dari delapan tahun harga karet sangat tidak menggembirakan. Satu kilonya hanya Rp6000-7000. Makanya, ekonomi masyarakat tidak terangkat.

"Sudah ada usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan harga karet. Yakni dengan sistem lelang. Ada beberapa desa sudah melaksanakan itu. Misal, di Kopah, Toar dan Kuanteng," katanya.

Dengan sistem lelang ini katanya, dapat mendongkrak harga karet hingga Rp9000 hingga Rp9500 perkilo. Saat ini sudah ada sekitar 1.360 masyarakat yang telah mengikuti lelang karet tersebut.

"Kita menawarkan kepada para petani supaya mengikuti lelang karet. Harganya sama se Kuansing," ungkapnya.( sf)

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT