Pembalakan liar dihutan lindung Bukit Betabuh

Akibat Tidak Ada Ketegasan, Orang Luar Leluasa Membabat Hutan Kuansing

Kamis,31 Juli 2019 - 12:15:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Melihat aksi pembalakan liar dikawasan hutan lindung Bukit Betabuh sebuah hal ironis dan sangat menyedihkan.

Sebab disinyalir sebagian pelaku berasal dari oknum-oknum masyarakat dari provinsi tetangga.

Mereka demikian leluasa tanpa ada rasa takut menggasak kayu-kayu dalam hutan Kuansing yang merupakan warisan bagi anak cucu dimasa datang.

" Sungguh menyedihkan. Hutan yang dengan susah payah dipertahankan generasi datuk-datuk Kita dulu sekarang demikian mudah dibabat demi kepentingan pribadi mereka,"ujar ketua LSM Permata Kuansing, Junaidi Affandii.

" Hutan Kita rusak duit mereka yang dapat, Kuansing nanti dapat galodo, banjir dan kekeringan. Yang ironis itu tidak tidak nampak aksi inyata menghentikannya, dimana marwah Kita. Apakah Kita baik pemerintah dan masyarakat tidak dianggap oleh mereka, dipandang sebelah mata saja karena demikian semena-mena mereka,"ujarnya.

Menurutnya pemerintah daerah dan pemegak hukum perlu bertindak tegas menghentikan aksi pembalakan liar ini agar ada marwah dimata mereka.

Sebab katanya pembalak liar semakin terang-terangan. Membuat jalan, memakai truk dan alat berat melakukan pembalakan liar tanpa ada rasa takut.

" Kalau bukan kewenangan Kita desak provinsi dan instansi penegak hukum ambil tindakan nyata,"ujarnya.

Ia berharap pemimpin-pemimpin Kuansing dan Riau memiliki sikap tegas mengamankan asset dan kekayaan daerah termasuk hutan lindung Bukit Betabuh ini. Karena pemerintah memiliki sumber daya mengatasinya seandainya mau.

" Kalau tidak tegas kekayaan Kita akan terus dicuri dan dikuras orang luar. Kalau pemerintah dan penegak hukum tegas selesai tu ,"ujarnya

Jika tidak ada ketegasan menghentikannya Junaidi memprediksi tidak hanya kayu yang mereka gasak namun juga lahan bukit betabuh itu sendiri.

" Kalau setelah kayu ditebang lalu oleh mereka ditanami sawit atau mereka jual akan susah menertibkannya,"tegasnya.

" Contoh kasus kawasan Tesso Nillo setelah illegal logging orang dari luar juga berduyun-duyun datang membangun pemukiman dan perkebunan. Sekarang tidak mudah menertibkannya karena bisa meletus konflik dan kerusuhan sosial,"lanjutnya.

Kalau langkah tegas tidak diambil sekarang katanya maka kejadian seperti di Tesso Nilo akan terulang. Masyarakat tempatan akan gigit jari. Selain itu hutan lindung Bukit Betabuh ini diharapkan juga menjadi penjaga tradisi pacu jalur karena terdapat bahan baku kayu untuk jalur dimasa datang.  ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT