Bupati Mursini menyerahkan draft RAPBD 2019 ke ketua DPRD Kuansing. ( grc )

Bupati Sampaikan Nota RAPBD 2019 Kepada DPRD

Kamis,29 November 2018 - 03:32:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUKKUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Mursini menyampaikan pengantar nota Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019, Kamis (29/11/2018) siang ke DPRD Kuansing.  DPRD Kuansing pun bersama OPD harus  mengebut pembahasan hingga disyahkan, mengingat batas waktu pengesahan tinggal dua hari yakni 30 November.

Dalam paparannya, Mursini menyatakan,  RAPBD 2019 diproyeksikan sebesar Rp1,276 triliun dan mengalami peningkatan sebesar 13,53 persen atau Rp152 Miliar lebih dibandingkan murni APBD 2018.

Untuk penerimaan dari pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp87,3 Miliar lebih. Jika dibandingkan 2018, angka itu mengalami kenaikan sebesar Rp260 juta lebih atau 0,29 persen.

Untuk dana perimbangan diproyeksikan sebesar Rp902 Miliar lebih dan mengalami kenaikan sebesar 13,83 persen atau Rp109 Miliar lebih jika dibandingkan APBD 2018.

Sementara, pendapatan lain-lain yang sah diproyeksikan sebesar Rp285 Miliar lebih, mengalami kenaikam sebesar Rp42 Miliar lebih atau 17,24 persen dibanding APBD 2018.

Menurut Mursini pendapatan daerah yang ditargetkan diarahkan pada peningkatan kemandirian daerah dalam penyediaan anggaran, melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.

"Pada kesempatan ini, saya juga mendorong perangkat daerah agar meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sehingga, bisa menangkap peluang anggaran untuk membiayai pembangunan di Kuansing, peningkatan kualitas pelayanan yang lebih efektif, efisien dan akuntabel serta upaya meningkatkan PAD," papar Mursini.

Mursini mengakui tingginya tingkat kebutuhan penyelenggaraan pembangunan daerah belum seimbang dengan kapasitas riil kemampuan keuangan daerah. Sehingga, dapam penentuan besaran belanja daerah perlu disusun secara selektif sesuai dengan KUA-PPAS.

Oleh sebab itu katanya, alokasi belanja tidak langsung diprioritaskan sebesar Rp761 Miliar lebih dan mengalami peningkatan sebesar Rp63 Miliar lebih jika dibandingkan APBD 2018.

Sementara, belanja langsung pada APBD 2019 diproyeksikan sebesar Rp514 Miliar lebih dan mengalami kenaikan senilai Rp58 Miliar lebih jika dibandingkan APBD 2018.

Adapun skala prioritas program dan kegiatan APBD 2019 meliputi, bidang infrastruktur yang akan melaksanakan peningkatan jalan penghubung antar desa dan kecamatan untuk menunjang ekonomi masyarakat dan pariwisata.

Bidang pendidikan, Kuansing akan fokus pada pembangunan sarana ruang belajar, air bersih dan alat-alat peraga serta buku-buku pembelajaran.

"Kita juga akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan," ujar Mursini.

Untuk bidang pariwisata, Kuansing akan mengembangkan potensi wisata unggulan sebagai bagian yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata di Riau. "Kita juga mendorong pemangku kepentingan untuk melestarikan nilai budaya," ujar Mursini.

"Aparatur pemerintah juga diminta bekerja profesional dan terus meningkatkan kompetensinya sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Sehingga, memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat Kuansing," jelas Mursini.

Sementara, di bidang ekonomi, Kuansing akan mendorong meningkatnya pelaku usaha kecil dan menengah, pertumbuhan ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah. Tersedianya sarana prasarana perdagangan yang memadai, meningkatkan produksi dan produktivitas pangan serta meningkatkan produksi dan pemasaran bidang perikanan.

Mursini berharap, semua yang telah direncanakan akan terwujud dengan kerjasama yang baik seluruh pemangku kepentingan. Sehingga Kuansing bisa memacu pembangunan untuk taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu ketua DPRD Kuansing, Andi Putra menyatakan, dewan bersama jajaran Pemkab akan membahas secara intensif karena waktu tinggal dua hari. Ia juga mengharapkan kedepan pembahasan lebih awal sehingga seluruh anggota dapat membahasnya secara lebih maksimal.

“ Demi masyarakat tentu Kita akan membahas jika perlu siang dan malam agar segera tuntas, karena waktu yang sudah sangat singkat ini,”pungkasnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT