Komoditi kopi jadi kawasan agrowisata

Tidak Hanya Sawit, Pemkab Harus Perhatian Pada Komoditi Perkebunan Lain

Minggu,17 Februari 2018 - 11:50:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN – Pemkab Kuansing diminta melahirkan kebijakan yang menciptakan pertumbuhan industri perkebunan yang lebih variatif. Selama ini indutri yang berkembang baru pabrik kelapa sawit( PKS ) dan pabrik pengolahan karet ( crum ruber ).

“ Untuk pabrik karet juga terancam karena semakin minimnya kebun karet karena alih fungsi lahan ke kelapa sawit. Ini perlu menjadi perhatian, tampak tidak ada konsep dari Pemkab bagaimana mempertahankan diversifikasi dalam sektor perkebunan, ”ujarnya.

“ Harusnya ada keseimbangan antara karet, kelapa sawit, dan komoditi lain seperti sekarang ada pinang yang perlu menjadi perhatian, termasuk kakao, kopi dan yang lain,”tambahnya.

Untuk kelapa sawit katanya,  kedepan perlu mengutamakan industri hilir di Kuansing sehingga semakin memberi nilai tambah.

“ Sekarangkan PKS saja, kedepan perizinan industri hilir yang perlu diprioritaskan. Sehingga potensi Kuansing beragam dan tidak tergantung pada satu komoditi saja,”tandanya.

Menurutnya menjaga keseimbangan ini perannya ada pada Pemkab. “ Perhatiannya jangan pada kelapa sawit semata namun juga komoditi perkebunan lainnya,”tandas Rustam.

Apalagi ujarnya Pemkab juga memberi perhatian pada sektor pariwisata. Kalau semua menanam kelapa sawit maka tidak mendukung pada sektor pariwisata. Karena pariwisata salah satu pendukungnya kondisi alam.

“Minimal diatur zona-zona pembagian bantuan kelapa sawit. Kawasan pariwisata Pemkab sebaiknya tidak menyalurkan bibit kelapa sawit, dizona pariwisata digalakkan pinang, kakao, karet dan komoditi sejenis sehingga bentang alam tidak hilang keindahannya,”ujarnya.

Sejak sekarang katanya perlu diatur kawasan perkebunan kelapa sawit dan pariwisata sehingga tidak over laping.

“ Jadi program pembangunan saling mendukung dan tidak  saling meniadakan,”pungkasnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT