Abrasi parah yang terjadi didekat SDN 019 Logas Singingi. ( ktc )

Akibat Abrasi, SDN 019 Desa Logas Terancam Amblas Kedalam Sungai

Selasa,26 September 2017 - 10:00:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN – Akibat abrasi yang terus terjadi di sungai Logas, membuat SDN 019 kecamatan Singingi di desa Logas terancam amblas kedalam sungai. Bahkan saat ini salah satu bangunan di sekolah ini tinggal 5 meter dari bibir sungai Logas.

" Hari  Senin hujan lebat, air sudah meluap. Tadi malam hujan lagi, menambah parah abrasi," kata Kadis PUPR Azwan kepada wartawan, di kota Telukkuantan, Selasa ( 26/9/2017 ) siang.

Kadis PUPR, Azwan dan Ketua Komisi C, Andi Cahyadi ( baju biru ) di lokasi.

Melihat kondisi yang membahayakan bangunan sekolah ujarnya, pihaknya bersama ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi meninjau lokasi, Selasa  pagi. Mereka melihat langsung ganasnya terjangan abrasi di sungai Logas yang mengalir ke sungai Singingi ini.

Kata Azwan, akibat parahnya abrasi, aliran sungai pindah menuju arah sekolah.
Maka jika kondisi ini dibiarkan dan hujan terus terjadi, maka abrasi dalam waktu dekat bisa sampai sekolah.


"Senin kemarin jarak sekolah ke bibir sungai masih 10 meter, saat ini tinggal lima meter. Sehari tanah yang tergerus abrasi sampai lima meter," ujar Azwan prihatin.


Melihat kondisi itu, Pemkab Kuansing melalui Dinas PUPR akan melakukan penanggulangan pertama dalam waktu dekat, yakni normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat.


"Kalau ditunggu tahun depan, sekolah sudah habis. Jadi perlu penanganan pertama. Besok kita turunkan alat berat untuk normalisasi," ujarnya.


Disamping itu, pihaknya juga akan membangun turap sepanjang 200 meter untuk mencegah abrasi terus meluas. Bahkan detail engenering desain (DED) akan diusulkan di APBD-P 2017.

"Pembangunannya kita lakukan tahun 2018,"ujarnya.

Sementara ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi mengatakan pihaknya meminta Pemkab untuk cepat menanggulangi masalah abrasi di Desa Logas tersebut. Ia juga mengusulkan agar tebing sungai yang diterjang abrasi diturap.


"Kita minta diturap. Selain itu, kita minta kepada Pemkab agar cepat melakukan penanggulangan abrasi agar tak meluas," ucapnya.
 

Menurutnya, bibir sungai yang perlu diturap sepanjang 200 meter. Karena jika tak dilakukan penanggulangan secara cepat maka sekolah yang berada tak jauh dari bibir sungai bisa terdampak abrasi.
 

"Kita minta pemkab cepat menangani ini. Karena kalau tak cepat, abrasi ini bisa merusak fasilitas umum, seperti sekolah," pinta Andi.( isa )

 

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT