Lokasi korban ditemukan dengan kondisi pisau masih tertancap di dada. ( ktc)

Tewas Ditikam Perampok, Pelayat Padati Rumah Penjaga Sekolah SDN 025 Teluk Kuantan

Minggu,19 Maret 2017 - 04:23:00 WIB
Share Tweet Google + Cetak

TELUK KUANTAN – Amrizal ( 55 ), penjaga sekolah dasar ( SD ) Negeri 025 Senambek, kelurahan Sungai Jering Teluk Kuantan, tewas ditangan perampok saat melaksanakan tugas, Jumat ( 17/3/2017 ). Korban ditemukan  sang anak laki-laki dengan kondisi mengenaskan, sebuah pisau tertancap didadanya dalam kondisi tergeletak dilantai. Sekolah ini memang terletak di kawasan yang masih sepi penduduk.

Mendapati korban meninggal sangat dramatis dan memilukan , membuat ribuan pelayat tampak hadir memadati dirumah duka silih berganti. Baik warga sekitarnya, guru dan tenaga TU serta murid-murid. Mereka larut dalam kesedihan mengenang nasib nahas yang dialami korban.  Banyak kaum ibu-ibu yang meneteskan air mata begitu juga murid-murid sekolah dan kerabat korban.

Tidak hanya dirumah duka yang tidak jauh dari SD  Negeri 025 Teluk Kuantan, simpati pelayat juga terlihat saat mengantar iringan-ringan jenazah ke mesjid Al-Furqan untuk disholatkan hingga ke lokasi pemakaman. Satu unit mobil Polisi terlihat mengawal rombongan selama dalam perjalanan menuju mesjid dan pemakaman.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas,  anak korban gundah sebab sang ayah tercinta belum juga pulang dari sekolah, sedangkan maghrib hampir menjelang. Sang anak laki-laki korban pun akhirnya menuyusul ke sekolah yang jaraknya hanya 75 meter dari rumahnya.

Saat sampai disekolah itulah, sang anak melihat korban dalam kondisi tergeletak dengan sebuah pisau tertancap di dadanya. Melihat sang ayah dalam kondisi mengenaskan itu, anak korban lantas berlari pulang memanggil sang ibu.

Istri korban pun langsung berlari ke sekolah. Disana sang istri menenukan sang suami sudah tergeletak dekat tanaman bunga yang baru ditanam. Sang isteri pun kemudian mencabut pisau di dada suaminya.  Terdapat luka robek selebar 4 cm di dada bagian kiri korban.

 Syafriadi, guru SD Negeri 025, Sinambek, Telukkuantan, Syafriadi kepada wartawan memaparkan, korban setiap sore pergi ke sekolah untuk menurunkan bendera dan memeriksa ruang sekolah serta membersihkan halaman sesuai tugasnya.

Saat kejadian katanya,  korban datang ke sekolah membawa angkong. Saat tiba di depan ruang guru yang menyatu dengan ruang kepala sekolah terdengar suara berisik di dalam ruangan. Korban mulai curiga karena kunci pintu ruangan dalam kondisi terbuka.

Tanpa sempat menurunkan bendera lebih dulu, korban langsung masuk ke dalam ruangan. Begitu masuk ditemukan seorang atau lebih, orang tak dikenal yang sudah membongkar semua laci dan masuk ke ruangan kepala sekolah. Bisa jadi kata Syafriadi suara berisik dalam ruangan itu karena pelaku terkejut mendengar suara angkong yang dibawa korban.

Syafriadi menduga saat itulah terjadi bentrok pisik antara korban dengan orang tak dikenal yang masuk ruangan tadi. Pergulatan sampai ke halaman sekolah dekat tanaman bunga yang berjarak sekitar 25 meter dari pintu ruangan  yang dimasuki orang tak dikenal tadi.

Syafriadi menduga, korban saat itu sudah lumpuh barulah pelaku menusukkan pisau ke dadanya. Syafriadi memastikan pisau di dada korban itu adalah pisau milik sekolah yang biasanya  di letakkan di atas meja guru di ruangan yang dimasuki pelaku tadi.

Kapolres Kuansing, AKBP Dasuki Herlambang, Sabtu ( 18/3/2017 ) mengaku kejadian ini miis ini.  Menurut Kapolres dari keterangan yang dihimpun korban berangkat ke sekolah sekitar pukul 4 sore.

Hingga pukul 7 malam kata Kapolres, korban belum juga pulang dari sekolah. Kemudian istri korban meminta anaknya melihat korban disekolah. Anak korban kembali ke rumah dan memberitahu kejadian yang menimpa korban.

“ Istri korban dan anaknya kemudian pergi ke sekolah dan melihat korban tergeletak dan ditemukan pisau yang masih tertancap didada sebelah kiri. Pada saat itu korban masih dalam keadaan bernyawa namun sudah tidak sanggup  bergerak lagi. Kemudian istri korban bersama warga sekitar membawa korban ke RSUD namun pada pukul 7.30 malam itu meninggal dunia,”ujarnya.

“ Kita sdang lidik dan bekerja keras mengungkap pelaku, sejumlah bukti petunju dan barang bukti sudah diolah di TKP,”tutup Kapolres( isa/kkc ).

 


Ikuti Kuansing Terkini Melalui Media Sosial


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT