karet hendaknya dipertahankan sebagai komoditas unggulan Kuansing. ( isa )

Daerah Lain Berubah Jadi Sawit, Kuansing Hendaknya Fokus Pada Karet

Minggu,13 Januari 2013 - 06:57:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN - Disaat daerah lain berlomba-lomba membangun kebun kelapa sawit, baikoleh BUMD, perusahaan besar swasta maupun individu masyarakat, Kunsing sendiri hendaknya mempertahankan luas bahkan menambah kebun karet. Bahkan izin untuk perusahaan besar swasta yang ingin mengelola lahan hendaknya untuk usaha kebun karet.
Hal tersebut disarankan pemerhati sosial ekonomi, Pazli Mahyudin, S.Ip, M.Si. Menurutnym tidak hanya daerah-daerah di Indonesia yang mengubah lahan menjadi kebun karet, namun juga Malaysia, Thailand, Philipina yang selama ini menjadi salah satu produsen karet. Dengan demikian, dengan mempertahankan areal kebun karet yang ada saat ini bahkan menambah luasnya, kedepan didunia mungkin Kuansing merupakan salah satu sentra penghasil karet dan bisa membanun bargaining dengan produsen, pemilik modal dan industri hilir karet.
" Masalah nya kedepan kebutuhan karet akan tetap tinggi, karena banyak produksi yang bahan bakunya karet. Sementara di luar negeri dan Indonesia, kebun karet luas lahan nya terus mennyusut, bahkan diperkirakan 10 tahun lagi terus menyusur, termasuk di Kuansing sendiri, lihat lah secara kasat mata dari Pekanbaru-Teluk Kuantan banyak lahan karet ditebangi dan diubah menjadi kebun kelapa sawit,"ujarnya.
Dengan satu-satunya daerah yang mempertahankan kebun karet, kedepan posisi tawar Kuansing akan tinggi, baik dari sisi harga jual kepada konsumen, maupun dalam upaya menarik investasi sektor hilir produksi karet. " Kalau luas lahan Kita luas, untuk membeli karet Kuansing Kita bisa jual harga mahal, bahkan jika pelru mereka harus membangun industri hilir di Kuansing nantinya, ini akan memberikan dampak yang luas bagi daerah dan masyarakat,"ujanrya.
Hal ini dapat diatur melalui petunjuk pelaksanaan RTRW nantinya. Daerah-daerah mana saja yangd diperbolehkan kelapa sawit dan daerah mana yang harus mempertahankan karet. Diakuinya, memang akan cukup sulit mengintervensi masyarakat untuk memilihkomoditas perkebunan apa yang hendaknya mereka bangun, karena rata-rata masyarakat membangun dengan modal sendiri.
Namun dengan memberi pengertian dan pemahaman karet ke masyarakat melihat sektor komoditas ini yang semakin jarang ditanam di dunia dan sementara kebutuhannya tinggi, masyarakat dirasakan akan mau mendengarkan anjuran pemerinta. " Mungkin Kita kedepan akan diakui sebagai salah satu daerah penghasil karet tinggi di dunia karena daerah lain telah berubah menjadi areal kelapa sawit,'ujarnya.
Disamping itu ujarnya kebun karet juga sanga ramah dengan lingkungan dan mendukung visi RTRTW Kuansing yang ingin menjadi daerah tujuan wisata dalam pengelolaan tata ruang nya. Hal ini bisa dibuktikan saat melewati areal karet dan sawit, diareal karet lebih dingin dan kelapa sawit lebih panas. " Karet sangat mendukung lingkunganhidup yang asri dan pariwisata, sebaiknya memang dipertahankan,"ujarnya. ( isa  )



TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT