Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Sumbar Harus Ikut Bertanggungjawab Kotornya Sungai Kuantan Akibat PETI

Kamis,26 Oktober 2016 | 05:43:00   Dibaca: 989 kali
Sumbar Harus Ikut Bertanggungjawab Kotornya Sungai Kuantan Akibat PETI
Ket Foto : Air sungai Kuantan yang keruh seperti susu di kawasan kecamatan Hulu Kuantan. ( ktc )

TELUKKUANTAN  - Provinsi Sumatera Barat harus juga ikut bertanggungjawab kotor dan hancurnya lingkungan sungai Kuantan, pasalnya diperbatasan Sumatera Barat dan Riau di kawasan kecamatan Hulu Kuantan juga marak aktifitas penambangan emas tanpa izin ( PETI ).

“ Disamping PETI yang ada di Kuansing, diperbatasan Sumbar dan Riau juga marak PETI, akbatnya sungai Kuantan semakin hancur, kotor, keruh dan habitat rusak, dan dampaknya dirasakan warga Kuansing, begitu juga Inhu ,”ujar ketua Forum Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Riau, Ir Mardianto Manan, MT belum lama ini.

 

“ Sungai Kuantan sedikit jernih pas lebaran Idul Fitri saja, sudah itu kotor sepanjang waktu, lebarankarena para pekerja PETI mudik,”ujarnya prihatin.

 

Padahal ujarnya, terdapat 11 kecamatan yang berada di pinggiran sungai Kuantan yang terkena dampak PETI ini, mulai Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti hingga ke Kabupaten Indragiri Hulu. Dan menurut Mardianto Manan, Sumbar adalah daerah yang paling bertanggungjawab terhadap pencemaran aliran Sungai Kuantan atau dikenal Sungai Indragiri ini.

"Kita tahu, bahwa air Sungai Kuantan ini keruh sejak dari hulu hingga hilir. Jadi, kalau ingin sungai ini kembali jernih, memang penambangan emas ilegal di wilayah hulu juga harus kita tertibkan. Dan aparat sumbar juga harus bertanggungjawab soal ini," kata Mardianto.

 

Mengapa katanya, meskipun aparat di Kuansing gencar melakukan penertiban PETI, namun jika tidak diiringi oleh aparat hukum di Sumatera Barat, sungai Kuantan akan tetap hancur seperti ini. “ Harus sejalan penegakan hukum di Kuansing dan Sumbar, khususnya kabupaten di Sumbar yang bertetangga denganKuansing yang memiliki aktifitas PETI,’katanya.

 

Sedangkan Kapolres Kuansing AKBP Dasuki Herlambang melalui Kasubag Humas Polres AKP G Lumban Toruan dalam penertiban PETI ini meminta dukungan semua pihak, khususnya pemerintah untuk menertibkan PETI di wilayah Kuansing. "Kita butuh dukungan pemerintah, dan bersama-sama masyarakat," pungkasnya. ( isa )

 


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.