Tokoh masyarakat Kuansing, H Nayarlis. ( ktc )

Lubang Bekas Galian Dompeng di sungai Kuantan Bahayakan Nyawa Manusia

Selasa,15 September 2015 - 06:03:00 WIB
Share Tweet Google +

 



TELUKKUANTAN  - Kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian marak di sepanjang Sungai Kuantan mulai berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup manusia. Salah satunya, bekas galian yang membentuk lobang-lobang besar dengan kedalaman mencapai 4 hingga 5 meter berbahaya bagi warga keselamatan yang mandi atau melakukan aktivitas lain di sepanjang aliran sungai.

Termasuk pada saat musim kemarau , air Sungai Kuantan yang kian dangkal dijadikan anak dan remaja bermain di sungai-sungai. Ironisnya hal ini sering mengakibatkan kecelakaan yang membahayakan nyawa manusia akibat tenggelam. Setidaknya selama kurun waktu 4 empat bulan, ada 4 remaja yang tewas tenggelam di sekitaran lobang bekas tambang emas ilegal.

Dari 4 remaja yang tewas tenggelam di Sungai Kuantan dalam kurun waktu 4 bulan, diantaranya terjadi di Desa Pauh Angit Hulu Pangean. Seorang remaja tewas tenggelam saat hendak menyeberangi Sungai Kuantan. Kemudian, seorang mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata di Inuman juga ditemukan tewas di bekas galian PETI. Seterusnya seorang mahasiswa Uniks yang tenggelam di Gunung Toar dikabarkan juga terserat kedalaman bekas galian dongfeng.

"Memang PETI ini membahayakan, karena sudah banyak remaja kita yang tenggelam di lobang-lobang dongfeng," kata mantan anggota DPRD Kuansing, H Nayarlis saat berbincang-bincang dengan wartawan di Telukkuantan, Senin (14/9/2015) kemarin.

Menurutnya, sudah seharusnya aparat kepolisian dan pemerintah menindak tegas para pelaku dan aktivitas yang merusak lingkungan dan membahayakan ini. "Sekarang sudah seharusnya polisi menertibkannya, karena memang membahayakan," tegasnya lagi.

Apalagi sekarang menurutnya, masyarakat butuh air di musim kemarau. Salahsatu tempat yang selama ini menjadi tempat masyarakat "mengadu" adalah sungai-sungai, terutama Sungai Kuantan. Dan sungai ini menjadi tempat bermain, mandi, dan sebagainya. "Kalau banyak galian dongfeng disitu tentu ini membahayakan, karena terdapat lobang-lobang galian yang dalam," ungkapnya.

Pemuka masyarakat Kuansing ini mendorong agar aparat kepolisian tidak berdiam diri terhadap aktivitas yang secara nyata terbukti membahayakan bagi keselamatan masyarakat. "Selagi aparat tidak serius, aktivitas ini akan tetap ada," katanya.( isa )

 

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT