Spanduk selamat datang bagi pembicara di kampus UGM. ( ktc )

Indra Putra Diundang Jadi Pembicara Seminar Nasional di UGM

Senin,14 Juni 2015 - 02:47:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

 

TELUK KUANTAN – Anggota DPRD Riau, Indra Putra, ST diundang  Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada menjadi pembicara  dalam Seminar Kebangsaan, Kepemudaan, dan Revolusi Mental di ruang seminar sekolah Pasca Sarjana UGM Jalan Teknika Utara , Pogung Sleman Yogyakarta, Senin  (  15/6/2015 ).

Indra Putra akan hadir bersama pembicara lainnya masing-masing Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A, Dr. Julianto P. Winarno,  Dr. Deendarlianto, S.T., M.Eng dan Dr . Yuni Satia Rahayu, M.Hum serta Afnan Malay. Sedangkan key note speaker Rektor UGM Prof. Dr Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D dan Ir Hasto Kristiyanto, MM yang dikenal sebagai Sekjen PDIP Pusat.

Menurut Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM,  Dr. Aprinus Salam, M.Hum, Seminar Nasional: Kebangsaan, Kepemudaan, dan Revolusi Mental dimaksudkan untuk menjawab sejumlah pertanyaan.

Pertama bagaimana kesadaran kebangsaan menjadi daya rekat dan katup penyelamat konsensus ke-Indonesiaan. Kedua, bagaimana kaum muda dapat sepenuhnya menjadi soko guru perubahan dalam meracik nilai-nilai-nilai ke-Indonesia agar dapat menjadi framework Revolusi Mental menuju Indonesia Hebat.

Dari seminar ini, ujarnya, akan memunculkan gagasan besar kebangsaan, konstruksi kaum muda, dan visi progresivitas dalam konsepsi revolusi mental kita.

‘ Poin penting yang ingin dituju ialah bagaimana terciptanya ruang-ruang bagi kaum muda yang melayani dan visioner, bagaimana mereka meramu dan meracik nilai-nilai kebangsaan, cita-cita kebangsaan, dan masa depan kebangsaan di tengah dinamika sosial dan derasnya arus perubahan, serta bagaimana mereka mengatasi keberbagaian kutub dan polar kepentingan global,’jelasnya.

Karena itu, katanya, dari seminar ini nantinya diharapkan dapat memberi kontribusi gagasan dan sumbang pemikiran tentang kepemimpinan ideal sebagai satu strategi kebudayaan Indonesia di tengah tarikan-ulur desentralisasi dan globalisasi, dan komplesitas persoalan kebangsaan. ( mad  )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT