Ketua PKPI Kuansing, Raden yang bertekad maju di Pilkada Kuansing. ( ktc )

Siap Maju, Raden bakal Alokasikan Rp 500 Juta Untuk Desa dan Hapus Pegawai Honor

Selasa,24 Februari 2015 - 05:31:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN - Kandidat yang berminat untuk berlaga di Pilkada Kuansing terus bertambah, salah satunya Raden. Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI ) Kuansing ini telah mengusung visi dan misi serta sejumlah program andalan agar mendapat dukungan pemilih di daerah ini.

" Saya siap maju baik sebagai Cabup dan Cawabup, namun dengan kondisi PKPI yang tak mampu maju sendiri mengusung calon harus berkoalisi dengan Parpol lainnya, ini komunikasi terus diintensifkan dengan Ketua Parpol lain yang juga rekan seperjuangan selama ini,"ujar Raden, pekan lalu.

Politikus muda Kuansing yang telah duduk menjadi legislator dua periode ini bahkan  mempersiapkan diri untuk dengan matang seperti visi dan misi. " Saya telah menetapkan visi yakni terwujudnya kabupaten Kuantan Singingi maju dan sejahtera, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pertanian yang unggul dan perkebunan yang tangguh dalam masyarakat yang beradat, beriman dan bertakwa,'ujarnya.

Visi ini ujarnya sudah sejalan dengan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kuansing yang hidup dari pertanian dan perkebunan. ' Dari dulu mata pencaharian masyarakat Kita pertanian dan perkebunan, ini perlu mendapat perhatian serius kedepannya, agar tingkat kesejahteraan masyarakat Kuansing semakin baik,"ujar putra Kari kecamatan Kuantan Tengah ini.

Disamping itu dirinya juga telah menawarkan, sejumlah program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti pemberian dana bagi setiap desa Rp 500 juta, meningkatkan pengobatan gratis, insfrastruktur dan sektor lainnya serta pemberdayaan adat istiadat dan meningkatkan peran tokoh agama dalam berbagai aspek kehidupan untuk mencegah penurunan akhlak akibat globalisasi dan modernisasi.

Raden juga menegaskan akan menghapus keberadaan pegawai honor, karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah diatur pemerinta pusat. Ia menyadari program ini tidak populer bagi sebagian kalangan. " Pegawai honor ditiadakan, memang aturan nya model itu dari pusat, kalaupun dibutuhkan harus sesuai aturan agar transparan ,"ujarnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT