Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Disaat Harga Karet Masih Anjlok, Banjir Juga Ancam Rusak Padi Warga yang Baru Ditanam

Sabtu,14 November 2014 | 01:12:00   Dibaca: 1222 kali
Disaat Harga Karet Masih Anjlok, Banjir Juga Ancam Rusak Padi Warga yang Baru Ditanam
Ket Foto : Padi warga yang mulai direndam banjir di desa Koto Sentajo. ( ktc )

TELUK KUANTAN - Tingginya curah hujan di hulu Sungai Kuantan, membuat Sungai Batang Kuantan saat ini meluap dan mengakibatkan sebahagian areal persawahan milik warga yang berada didataran rendah tenggelam.

“ Banjir yang terjadi sejak Kamis siang (13/11/2014),” ungkap Satria (53) salah seorang petani asal Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya ketika dimintai keterangan wartawan .

Diakuinya jika padi yang baru ditanam tenggelam dalam beberapa hari padi warga tidak akan mati namun jika seminggu tenggelam padi akan hancur. “ Mudah- mudahan banjir akan segera surut,”ujarnya

Ditambahkan Satria, jika areal persawahan ini tenggelam akibat banjir inu juga akan berdampak bagi petani karena banjir juga akan mendatangkan hama terutama keong racun alias siput besar yang akan merusak tanaman padi warga tukasnya.

Hal yang sama dialami warga yang menanam padi areal persawahan Padang Bunuik di perbatasan desa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar dan desa Sitorajo Kari kecamatan Kuantan Tengah.

Akibat air sungai Kuantan yang meluap , tampak sebagian padi yang baru saja usai ditanam dua pekan lalu terlihat digenangi air. “ Sudah tenggelam lagi, tapi jangan lama-lama padi bisa busuk,”ujar Sutan salah seorang pemilih sawah di areal  ini.

Ia berharap banjir segera surut. Pasalnya ditengah harga karet yang anjlok gagal panen memang harus dihindari.  Sebab dengan panen yang berhasil mereka tidak akan membeli beras yang juga akan merangkak naik  kalau harga BBM naik pula.

“ Kalau padi berhasil, Kita cari biaya untuk lauk pauk saja lagi. Kalau beras dibeli pula, cukup susah Kami ( warga ,”pungkasnya. ( yus )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.