ika Ditender

Studi Kelayakan Hotel, UNIKS dan Pasar Modern Pesimis Tuntas

Selasa,30 Oktober 2012 - 06:17:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...


TELUK KUANTAN - Pada APBD-P 2012 ini, Pemkab Kuansing mengalokasikan 3 paket pekerjaan studi kelayakan untuk pembangunan hotel, pasar modern dan UNIKS. Jika penunjukkan rekanan dilakukan melalui proses tender, pesimis ketiga paket ini dapat dituntaskan dalam tahun ini.
" Kalau penunjukkan melalui proses tender, memang pesimis untuk selesai, karena itu Satker yang menangani pekerjaan  ini untuk memikirkan sejak sekarang proses penetapan rekanan yang bakal ditetapkan, pasalnya kalau terundur , maka pembangunan fisiknya juga akan molor,"ujar Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ( LPKJK ) Riau, Ir Mardianto Manan, MT, Selasa ( 30/10 ) pagi.
Karena sesudah studi kelayakan menurutnya langkah selanjutnya yakni proses penyusunan detil engginering design ( DED ) atau perencanaan baru kemudian proses pembangunan fisik. " Kedua tahapan ini juga memerlukan proses lelang, jadi diperkirakan, kalauy molor pembangunan fisiknya mulai tahun 2014,"ujar Mardianto Manan.
Karena itu katanya realisasi pembangunan tiga proyek ini tergantung pada tahapan studi kelayakan ini. Untuk itu Satker terkait memang harus banyak berkoordinasi dengan asosiasi jasa konsultan dan BPK terkait hal ini,"ujarnya.
Untuk itu kuncinya saat ini ujar Mardianto Manan, Satker yang menangani ketiga paket tersebut diminta mendalami proses penunjukan langsung, pekerjaan swa kelola dan kersama dengan lembaga lain, agar pekerjaannya dapat segera terlaksana dengan cepat tanpa menabrak aturan yang ada.
" Kalau tender dipastikan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari, mulai dari pengumuman, penjelasan, pemasukan penawaran, pembukaan sampul hingga penetapan pemenang,"ujarnya.
Sebenarnya dengan waktu tersisa, ujarnya, pekerjaan ketiga paket ini dapat selesai tahun ini, dan tahun depan dilanjutkan dengan penganggaran DED. Karena memang untuk waktu pengerjaan paket studi kelayakan seperti ini tidak ada batas waktu maksimal atau minimal. " Sebulan bisa, dua bulan bisa, tiga bulan bisa, tergantung kedalama studi kelayakan yang ada,"ujarnya.
Apalagi Ia memandang studi kelayakan hotel, UNIKS dan pasar modern tersebut akan banyak menggunakan data skunder. Sedangkan data primer akan lebh banyak menggunakan data saat turun ke lapangan.
" Saat ini yang penting bagaimana Satker mencari celah agar penunjukkan rekanan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat,"ujarnya.
Harusnya kata Mardianto kegiatan ini dimasukkan dalam APBD Murni yang lalu, dengan demikian pada APBD-P Pemkab sudah menganggarkan dana untuk DED, dan tahun 2013 sudah bisa dimulai pembangunan fisiknya. " Ini kalau Kita berbicara dari sisi prosedur, belum dari sisi apakah hasil studi nantinya menyebutkan layak atau tidak layak pembangunan ketiga proyek ini,"ujarnya.( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT