Pecinta burung dapat dimanfaatkan untuk berkunjung ke Kuansing, dengan mengelar lomba burung dengan

Dukung Visi RTRW, APBD 2013 Harus Berpihak Pada Industri Kreatif

Senin,28 Oktober 2012 - 06:46:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

 

TELUK KUANTAN -Dalam draft rencana tata ruang dan wilayah ( RTRW ) 2011-2031 yang diajukan Pemkab Kuansing ke DPRD, visi RTRW yang diajukan tersebut berupa " Mewujudkan Kabupaten Kuantan Singingi Sebagai Pusat Pengembangan Agribisnis dan Pariwisata Dalam Menyongsong Pembangunan Ekonomi Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan ".

Menurut pemerhati sosial politik, Pazli Mahyudin, S.Ip, M.Si, visi RTRW sudah cukup baik. Pasalnya salah satu yang dapat mendorong aliran modal dan orang berkunjung ke Kuansing memang sektor pariwisata terutama di Riau. Pasalnya untuk industri seperti Perawang dan Pangkalan Kerinci serta Dumai tidak memungkinkan, karena Kuansing jauh dari pelabuhan yang merupakan salah satu faktor penting dalam industri.

" Sekarang APBD 2013 tengah dibahas, untuk itu industri kreatif harus ditumbuhkan dengan menyokong dana untuk industri ini,"ujarnya.

Caranya ujar Pazli  setiap SKPD ( dinas dan badan ) mengalokasikan minimal satu kegiatan kreatif yang dapat mengundang orang berkunjung ke Kuansing. Misalnya, dinas perkebunan menyelenggarakan lomba menderas karet atau mendodos sawit se-Riau. Kalau dinas perikanan dan peternakan menggelar cara menghasilkan benih dan bibit yang baik, lomba menangkap ikan dengan alat sederhana seperti luka, jala, jaring dan yang lainnya.

Begitu juga dengan dinas pendidikan, ujarnya menggelar lomba pelajar se-Riau, baik event kesenian maupun olahraga dan pendidikan. " Dinas Kehutanan dapat menggelar lomba wisata alam ke hutan lindung,"ujarnya.

Begitu juga ujarnya dari dana Bansos atau Hibah, APBD juga dapat mengalokasikan dana untuk mendukung kegiatan hoby yang mendukung orang berkunjung. Caranya dengan memberikan bantuan menggelar kegiatan bagi pecinta burung, penikmat berburu babi, mahasiswa atau pemuda pecinta alam, pemancing, lomba tradisional seperti layang-layang, gasing, rebana atau kegiatan-kegiatan kreatif.

" Bahkan jika perlu danai kegiatan seperti musik para remaja, motor cross, lintas alam dan yang lainnya,"ujar dosen FISIP UNRI ini.

Agar minat orang semakin tinggi, katanya tidak salah kalau memberikan reward atau hadiah yang tinggi.  " Yang terpenting orang datang dan dampaknya bagi masyarakat dapat dirasakan langsung dan rill seperti rumah makan, restoran, transportasi, hotel, dan yang lainnya. Itu yang dilakukan kota-kota wisata, seperti Yogya, Bali dan Bukit Tinggi,"ujarnya.

Untuk itu kepada masing-masing dinas dan badan sarannya, agar dapat mengusulkan satu kegiatan kreatif kepada Pemkab dan DPRD agar dapat diloloskan. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT