Rapat penghulu adat Kenegerian Teluk Kuantan di rumah godang di Karak. ( ktc )

Masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan Sepakat Rebut Tanah Ulayat dari PT. DPN

Kamis,17 Juli 2014 - 04:38:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...


TELUK KUANTAN- Melalui rapat terbuka yang dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat, para pemangku adat serta "Datuak Penghulu Nan Barompek",  Kenegerian Teluk Kuantan, Rabu (16/7/2014) sore  di Rumah godang suku nan onam, di Karak -Pulau Aro, disepakati bahwa tanah ulayat adat kenegrian Teluk Kuantan seluas 3.721 hektar yang saat ini dikuasai secara sepihak oleh PT Duta Palma Nusantara akan direbut kembali demi kepentingan masyarakat kenegrian Teluk Kuantan.

"Sebenarnya permasalahan ini sudah sejak lama berhembus ditengah-tengah masyarakat, namun selama ini masyarakat masih diam, sekarang masyarakat kenegrian Teluk Kuantan sudah mengambil sikap dan sepakat akan merebut kembali tanah ulayat adat kita yang saat ini dikuasai oleh Duta Palma,"ujar Kepala Desa Seberang Taluk Ir. Emil Harda, MM, MBA disela-sela rapat tersebut.

Menurut Emil, PT DPN disinyalir sudah mengolah kelebihan izin HGU seluas 8.500 hektar. Sementara dalam izin HGU PT DPN itu disebutkan bahwa lokasi HGU PT DPN tidak terletak dalam wilayah kenegrian Taluk Kuantan (Seberang Taluk, Seberang Taluk Hilir, Pulau Aro dan Pulau Kedundung), PT DPN hanya berada dalam wilayah Cengar, Kopah dan Kotorajo.

"Sudah jelas dalam HGU mereka tidak berada di wilayah kita, tapi tanah ulayat adat kita mereka garap, ini tidak boleh kita diamkan lagi, apa yang menjadi hak kita harus kita rebut kembali,"tegas Emil.

Pernyataan sikap untuk merebut kembali tanah ulayat adat ini mendapat dukungan penuh dari para pemangku adat, Datuk Penghulu nan Barompek, serta Laskar Pemuda Kenegrian Taluk Kuantan (LPKT) dan para kades serta BPD se Kenegrian Taluk Kuantan.

"Atur strategi bagaimana baiknya, yang pasti ini harus kita perjuangkan karena selama ini Duta Palma juga tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat kita,"ujar Datuk Penghulu Suku nan Onam, Amrizal. ( utr )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT