Diskusi Inter Aktif. ( ktc )

Kemendikbud RI Gelar Nonton Bareng Film Inspiratif Bersama Siswa Kuansing

Sabtu,28 Juni 2014 - 04:20:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...


TELUK KUANTAN  - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya serta Direktorat Kebudayaan Kemendagri menggelar nonton bareng film inspiratif bertema "Cakrawala Karakter Bangsa", yang dipusatkan di Balai Pertemuan Abdoerrauf Teluk Kuantan, Rabu (25/6/2014).

Kegiatan ini disebut kegiatan Persemaian Nilai Budaya sebagai Pembentuk Karakter Bangsa. Rencananya, Kemendikbud akan menggelar kegiatan ini di 12 kota/kabupaten di Riau, Kabupaten Kuantan Singingi dan Musi Banyuasin merupakan kegiatan kedua setelah Tanah Datar dan Tanjung Pandan. Adapun kota/kabupaten lain yang akan disambangi adalah Lampung Timur, Mojokerto, Nunukan, Ende, Sorong, Tidore, Tana Toraja, dan Bau-Bau.

Peserta yang dilibatkan disetiap wilayahnya  1.635 orang terdiri dari 600 anak SD/SMP dan 550 tenaga pendidik dan 485 masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada murid-murid SD dan SMP, para tenaga pendidik serta masyarakat umum.

Dipilihnya film sebagai media penanaman karakter, karena film dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi penonton. Untuk itu, Kemendikbud memilih tiga film yang akan diputar secara bergantian di 12 kota/kabupaten yaitu Hasduk Berpola untuk film anak,  Tanah Surga...Katanya dan Ketika Bung di Ende.

Pada acara yang dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Prof Kacung Marijan PhD, dan Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Kemendikbud, Drs Endjat Djaenudradjat, tersebut diputarkan film Hasduk Berpola, Tanah Surga… Katanya dan Ketika Bung di Ende. Selain pemutaran film juga dilaksanakan talkshow interaktif dengan narasumber Haris Nizam (Sutradara Hasduk Berpola), Bangkit Prasetyo (Pemeran utama Hasduk Berpola) dan Wendi Abdillah (Motivator muda nasional) untuk sesi siswa dan Amurwani (Kasubdit Sejarah Kemendikbud RI), Bustal Nawawi (Produser Tanah Surga…  Katanya) dan juga Wendi Abdillah.

Dalam sambutannya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Prof Kacung Marijan mengatakan, bahwa dipilihnya film sebagai salah satu produk budaya dalam menanamkan nilai-nilai karakter bangsa adalah karena film dinilai sangat efektif menjadi media pendidikan bagi anak. “Proses internalisasi nilai melalui film diharapkan dapat menciptakan karakter positif melalui karakter-karakter baik yang diperankan dalam film yang bersangkutan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi khalayak ramai,” ungkap Kacung Marijan.

Menurut Kacung, film mempunyai efek “magic” cukup kuat dalam mempengaruhi orang. Film juga menjadi pendekatan komunikatif (communicative approach) yang sangat baik dalam dunia pendidikan. “Pendidikan karakter bangsa bisa dilakukan dengan dibuatnya film-film mengenai perjuangan warga Indonesia dalam mempertahankan idealisme dan keyakinan rasa cinta pada Indonesia," katanya.( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT