Syamsurizal saat memberikan keterangan terkait lahan miliknya yang diserobot di Kantor PWI Kuansing.

Serobot Lahan Warga

PT SAR, Kades dan Ninik Mamak Terancam Dipolisikan

Rabu,23 Oktober 2012 - 08:08:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

 

TELUKKUANTAN - Syamsurizal warga Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kuansing akan melaporkan PT SAR dan KUD Danau Bina Lestari ke pihak kepolisian. Pasalnya, lahan milik Syamsurizal seluas 75 hektar di kawasan Sungai Mentrong dan Sungai Kelisin, Desa Koto Baru, Singingi Hilir, kini terancam diserobot PT SAR dan KUD Danau Bina Lestari.

 

Kepada wartawan di Kantor PWI Kuansing, Syamsurizal didampingi saudaranya H Imfun Agus mengungkapkan PT SAR sudah melakukan stecking diatas lahannya tanpa memberitahu pihaknya sama sekali. Padahal kata Syamsurizal pihaknya sudah memberikan tanda batas dengan cara memberikan cat merah pada pohon yang berdiri dibatas sempadan lahan.

 

“ Sebelum dilakukan stecking, saya sudah memberikan tanda dengan cat merah pada pohon di batas sempadan agar lahan saya tidak diganggu. Tapi pihak PT SAR tampaknya tidak peduli.  Mereka langsung menstecking lahan saya,” beber Syamsurizal didepan sejumlah wartawan Selasa (23/10) kemarin.

 

Sikap PT SAR yang main serobot itu, membuat Syamsurizal langsung naik pitam. Ia pasang papan plang dibatas lahannya yang distecking PT SAR. Papan plang itu bertuliskan,“ Lahan ini milik Syamsurizal”. Tidak itu saja, Ia juga mendatangi dan meminta manajemen PT SAR untuk menghentikan aktivitas diatas lahannya.

 

“ Barangakali karena tidak memiliki payung hukum yang kuat atas lahan itu, pihak PT SAR langsung menghentikan aktivitasnya. Bahkan dua unit eskavator dan dua unit dozer  yang dioperasikan PT SAR dibawa keluar. Ini terjadi awal tahun 2012 ini,” ungkap Syamsurizal.

 

Meskipun aktivitas ditas lahan itu dihentikan, tapi pihak PT SAR tampaknya tak mau surut. Menurut  Syamsurizal PT SAR melalui KUD Danau Bina Lestari, selalu mengguncang kepemilikannya atas lahan itu. Bahkan tanpa sungkan-sungkan mantan Kepala Desa Koto Baru, Razak mengumumkan langsung melalui pengeras suara di mesjid bagi warga Koto Baru yang ingin mendapatkan lahan cukup mendaftarkan diri ke KUD Danau Bina Lestari. “ Lahan itu sudah pasti lahan milik saya,” kata Syamsurizal.

 

Syamsurizal mengaku sangat terpukul dengan ulah manajemen PT SAR. Menurut dia, beberapa tahun lalu PT SAR juga menyerobot lahan ibunya seluas 6, 3 hektar. Lahan itu kini sudah ditanami sawit tanpa ada penyelsaian sama sekali. Padahal kata Syamsurizal, lahan itu dulunya merupakan kebun karet yang masih produktif. Hasil kebun karet itulah untuk membiayai hidup ibu dan ayahnya yang sakit-sakitan.  “ Sampai kini belum ada penyelsaian dari PT SAR,” ungkap Syamsurizal

 

Lebih jauh, Syamsurizal membeberkan, lahan yang dipertahankannya ini merupakan warisan moyangnya seluas 200 hektar di kawasan Sungai Mentrong dan Sungai Kelisin, tepatnya disamping HTI PT RAPP di Sektor Logas Selatan, Desa Koto Baru, Singingi Hilir. Mengingat lahan ini sangat luas, pihaknya tidak pula terlalu bersikukuh untuk menggarap sepenuhnya. “ Saya mau juga berbagi dengan warga terutama saudara dekat saya yang membutuhkan,” ungkap Syamsurizal.

 

Namun yang sangat disesalkan Syamsurizal, ketika pihaknya dengan pihak KUD  menggelar pertemuan di Kantor Camat, tidak tercapai kata sepakat. Pasalnya pihak KUD Danau Bina Lestari ingin membagi lahan itu secara rata. Baik pihaknya maupun warga yang tidak punya kaitan dengan lahan itu mendapatkan bagian yang sama.  “ Kesepakatan ini tentu saja saya tolak,”  ujar Syamsurizal.

 

Manajemen PT SAR, Paino sudah dihubungi lewat telepon seluler berungkali. Namun sampai berita ini ditulis Paino tampaknya tak bersedia dihubungi . Buktinya setiap panggilan masuk langsung terputus.

 

Sementara itu Camat Singingi Hilir, Yulfides saat dikonfirmasi membenarkan tentang adanya sengketa lahan milik Syamsurizal di kawasan Sungai Mentrong dan Sungai  Kelisin. Bahkan menurut Camat, pihak ninik mamak, aparat desa kini telah mengeksekusi lahan itu untuk dikapling-kapling.  Hal ini kata Camat sudah dilaporkan kepada Bupati Kuantan Singingi.( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT