Jalan Prokalamasi Teluk Kuantan.( ktc )

Sudah Dua Kali Kena Pelebaran, Warga Jalan Proklamasi Tolak Tanpa Ganti Rugi

Senin,05 Mei 2014 - 05:26:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN - Para pemilik tanah di jalan STM-Tugu Carano -Pintu Gerbang Jake ( jalan proklamasi ) menolak rencana pelebaran jalan menjadi 20 meter dari 16 meter. Pasalnya warga menganggap lahan mereka juga sudah terkena pelebaran sebelumnya juga tanpa ganti rugi.
" Kalau sekarang dilakukan pelebaran lagi, tentu warga keberatan karena tanah semakin sempit sementara harga beli semakin mahal,"ujar S. Kartika salah seorang pemilih lahan diruas jalan ini belum lama ini.
Menurutnya untuk pelebaran jalan sebelumnya dimana lahan mereka juga terambil, warga tidak keberatan. Namun jika dilakukan pelebaran lagi, Pemkab diminta mengerti untuk memberi ganti rugi.
Alotnya pembahasan pembebasan lahan warga yang akan terkena proyek pelebaran jalan diakui Camat Kuantan Tengah, Drs H Masran Abdullan diruang kerjanya, Senin ( 5/5/2014 ).
Menurutnya, pada pertemuan pertama bersama warga, warga yang hadir memang melakukan penolakan jika tanpa ganti rugi. Kemudian dilakukan pertemuan lagi bersama RT dan RT dan disana disampaikan sosialisasi lebih lanjut kepada mereka untuk diteruskan kepada warga agar warga memahami kebijakan Pemkab.
Ditanya mengenai alasan penolakan warga terhadap pelebaran jalan ini ujarnya, karena warga beralasan pelebaran jalan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Kalau sekarang dilakukan lagi, berarti pemilik lahan sudah dua kali lahan mereka terkena pelabara.
" Itu alasan warga  karena sudah dua kali, disamping mereka keberatan tanpa ganti rugi karena lahan sudah mahal,"ujarnya.

Sementara Pemkab demi kemajuan daerah, dalam kegiatan ini tidak menganggarkan dana ganti rugi. Namun kalau ada pagar atau bangunan yang terkena proyek akan dilakukan perbaikan. " Kita akan terus melakukan pendekatan kepada warga agar warga memahami kegiatan pelebaran jalan ini yang juga untuk kepentingan masyarakat sendiri,"pungkasnya. ( isa)

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT