Hingga Oktober

Pengadaan Obat 2012 Bagi Puskesmas Belum Juga Jalan

Kamis,04 Oktober 2012 - 04:22:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN – DPRD Kuansing meminta Dinas Kesehatan ( Diskes ) membenai sistem pengadaan obat-obatan bagi Puskesmas. Pasalnya sampai bulan ini, proyek pengadaan obat-obatan bagi Puskesmas belum juga terlaksana. Menyangkut hal ini, Kamis ( 4/10 ) siang, DPRD memanggil jajaran Diskes untuk didengar keterangannya terkait hal ini.

            “ Masak sampai bulan Oktober ini pengadaan obat belum juga jalan.  Tahun anggaran 2012 tinggal dua bulan lagi,”ujar Ketua DPRD Muslim usai hearing dengan Sekretaris Diskes dr Reza Cahyadi dan Kabid Jaminan Sarana Kesehatan Diskes, Martius dan pejabat Diskes terkait lainnya di ruang hearing DPRD Kuansing.

            Menurut Muslim yang saat itu didampingi Maisiwan dan Suhami, jika bulan Oktober ini tender pengadaan obat belum juga dilaksanakan, bagaimana dengan  ketersediaan stok obat di Puskesmas, seharusnya tender pengadaan obat dilaksanakan awal tahun anggaran sehingga stok obat tersedia.

            “ Kalau tender belum ada, stok mana yang disalurkan ke Puskesmas, padahal sebelum pengadaan kan sudah direncanakan besaran stok obat yang akan diadakan dan habis untuk satu tahun anggaran sesuai kebutuhan,”ujarnya.

            Untuk itu pihak DPRD Kuansing ujarnya, meminta jajaran Diskes membenahi perencanaan pengadaan obat-obatan bagi Puskesmas tersebut.  Misalnya jika pengadaan obat tahun 2011 dari besaran yang diadakan, hingga tahun anggaran berakhir berapa yang terpakai dan berapa sisanya. “ Sekarang hal ini tidak jelas, sementara obat-obatan baru tetap diadakan,”ujarnya.

            Belum lagi sebutnya ketidaksesuaian antara kebutuhan obat di Puskesmas dengan pengadaan obat-abatan yang dilaksanakan Diskes. Misalnya Puskesmas membutuhkan TBC, yang disalurkan obat Rabes ( anjing gila ). Hal ini terjadi karena keterlambatan proses tender ini. Harusnya obat baru di Puskesma sesuai dengan usulan pengadaan.

            Untuk itu DPRD kedepan sebutnya akan memanggil 21 UPTD ( Puskesmas )  yang ada di Kuansing. Saat itu akan didengar keterangan dari mereka, mengenai kebutuhan obat dimasing-masing Puskesmas selama ini, jumlah obat yang disalurkan dinas setiap tahunnya. Dengan demikian akan jelas berapa obat yang disalurkan dan berapa yang masih tersisa.

“ Berapa habisnya dalam satu tahun dan berapa yang sisa, kalau ada sisanya dikemanakan, ini akan jadi dasar perencanaan pengadaan obat-obatan ditahun-tahun mendatang, jangan setiap tahun diadakan pengadaan obat sementara tidak ada laporan mengenai obat yang terpakai dan tidak, ini baik dalam rangka menertibkan pengadaan obat-obatan untuk Puskesmas yang dimanfaatkan rakyat banyak,”ujarnya.

Saat ditanya alasan Diskes terkait pengadaan obat-obatan yang belum jalan ini, menurut Muslim karena proses tender di LPSE ( layanan pengadaan secara elektronik ) yang belum jalan. Sementara itu Kadis Kesehatan Kuansing, dr Djasmuddin Djalal yang dikonfirmasi wartawan mengaku proses pengadaan obat-obatan sedang diproses di LPSE.  ( ktc1 )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT