Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Akibat Banjir di Pekanbaru, Bocah 5 Tahun Terseret Arus

Sabtu,07 Desember 2013 | 03:28:00   Dibaca: 1786 kali
Akibat Banjir di Pekanbaru, Bocah 5 Tahun Terseret Arus
Ket Foto : Petugas saat melakukan pencarian Marcel di parit yang menuju Sungai Sibam, Pekanbaru, Jumat (6/12

PEKANBARU -Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru, Jumat (6/12) dini hari kemarin menelan korban.

Marcel, bocah yang masih berusia lima tahun hanyut terbawa arus deras parit besar yang berada persis di belakang rumahnya, di kawasan Perumahan Garuda Permai RT2/RW12 Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan sekitar pukul 09.00 WIB.

Parit besar tersebut mengalir terus ke Sungai Sibam, Kecamatan Tampan. Saat kejadian, Marcel (5) bersama temannya tengah bermain-main di pinggiran parit. Hujan ketika itu sudah mulai reda. Namun tiba-tiba, Marcel tak terlihat lagi di pinggiran parit.

Rani salah seorang tetangga korban sempat melihat Marcel dibawa arus yang sangat deras. Saat itu ia sedang menjemur pakaian dan tiba-tiba saja melihat sesosok tubuh anak kecil yang terbawa arus sungai sambil melambaikan tangan ke atas. Selang beberapa saat, teman sebaya korban berlari-lari sambil mengatakan, Marcel hanyut.

‘’Waktu itu saya lihat tangan anak kecil, saya pikir mereka sedang mencari ikan. Tapi setelah itu ada anak lain yang bilang ternyata ada yang hanyut,’’tutur Rani.

Ibu korban, Intan Maya Sari kaget bukan main kalau putra bungsunya, Marcel hanyut di bawa derasnya arus parit yang berada di belakang rumahnya.

Ia baru tau ketika teman-teman sebanya yang bermain bersama putranya, berteriak menyebutkan kalau Marcel hanyut di bawa arus.

Intan pun tak kuasa menahan air mata. Puluhan masyarakat beserta aparat kepolisian dan Basarnas berusaha mencari Keberadaan Marcel.

Sejak pukul 09.00 WIB warga yang mengetahui Marcel tenggelam langsung melakukan upaya penyisiran disepanjang anak sungai Sibam tersebut, tetapi hingga pukul 17.00 WIB korban belum juga diketemukan.

Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Intan Maya Sari dengan terisak berusaha menjelaskan bagaimana perihal sang buah hati bisa tenggelam.

Dijelaskan Intan, pagi itu dirinya sedang berada di dalam rumah. Dari luar dirinya terkejut mendengar suara teriakan minta tolong, karena penasaran ia melakukan pengecekan ternyata sang buah hatilah yang terkena musibah.

‘’Saya nggak tahu kalau ia keluar, lalu tiba-tiba tetangga teriak kalau anak saya hanyut,’’ ujar ibu tiga anak ini sembari memegangi sandal anaknya yang ditemukan di sekitar rumah.

Plh Basarnas Sumardi kepada Riau Pos malam tadi sekitar pukul 21.00 WIB mengatakan, menurut perkiraan timnya di lapangan korban sudah hanyut hingga ke sungai Siak. Hal itu karena derasnya arus air ketika itu.

‘’Dari perkiraan kami, korban telah hanyut sampai ke Sungai Siak. Sebagain tim juga sudah disiagakan di sekitaran Sungai Siak untuk memantau korban,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, timnya juga telah menyisir di lokasi sekitar korban pertama kali jatuh hingga ke gorong-gorong jembatan.  

‘’Karena kondisi sudah petang, untuk sementara pencarian dihentikan terlebih dulu. Pagi harinya baru akan dilanjutkan proses pencariannya,’’ jelas Sumardi.

Sementara itu, Lurah Simpang Baru, Hj Liswarti mengatakan, selain mengandalkan pihak Basarnas dan kepolisian. Pihaknya mengerahkan warga di tiga RW yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian.

 ‘’Sementara kaum laki-laki melakukan pencarian, di rumah korban para ibu-ibu membaca yasin berharap agar korban dapat ditemukan,’’ tutur Liswarti.

Kapolsek Tampan Kompol Suparman saat dijumpai di lokasi kejadian menjelaskan, pihak kepolisian beserta Badan SAR Nasional (Basarnas), dibantu warga berusaha mencari korban hingga radius tiga kilometer dan telah sampai di muara sungai, tapi korban tetap tidak ditemukan.

‘’Kami akan terus berupaya mencari korban hingga ditemukan. Keterangan dari orangtuanya korban mengenakan baju bewarna merah saat tenggelam,’’ jelas Kompol Suparman.

Kepada masyarakat, imbau Kapolsek, terutama yang memiliki anak kecil lebih memantau kegiatan sang buah hati ketika bermain di daerah rawan banjir.

‘’Beberapa waktu belakangan ini curah hujan meningkat, saya harap orangtua menjaga anak ketika bermain di daerah rawan banjir. Jangan biarkan anak bermain di tempat yang dalam,’’ pesan Suparman.

Hingga berita ini diturunkan, tim Basarnas beserta pihak kepolisian sektor Tampan dibantu warga masih terus melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai dengan diameter sekitar dua meter tersebut. Kondisi aliran air yang deras sempat menyulitkan petugas, sehingga harus memakai tali untuk melakukan proses pencarian.( sumber : riaupos.co )



Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.