Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Ayah Tak Mampu Bayar Mas Kawin, 4 Wanita Pakistan Bunuh Diri

Jumat,20 September 2013 | 12:51:00   Dibaca: 1325 kali
Ayah Tak Mampu Bayar Mas Kawin, 4 Wanita Pakistan Bunuh Diri
Ket Foto : Ilustrasi (Asia One)

ISLAMABAD  - Tragis! Empat wanita kakak-beradik di Pakistan tewas bunuh diri bersama-sama. Hal ini dilakukan setelah mereka bertengkar dengan ayah mereka yang tidak mampu membiayai uang mahar untuk pernikahan mereka.

Keempat wanita ini nekat melompat ke dalam kanal sebuah sungai di kota Mailsi, yang ada wilayah pedesaan Punjab, Pakistan. Wanita kelima yang juga anak paling bungsu, juga ikut melompat namun berhasil diselamatkan dari kanal.

"Seorang petani miskin, Bashir Ahmed Rajput tidak mampu menikahkan kelima anak perempuannya karena dia tidak memiliki uang untuk membiayai mahar anaknya," jelas seorang polisi senior setempat Malik Daud Hasnain seperti dilansir AFP, Jumat (20/9/2013).

"Setelah bertengkar soal masalah tersebut pada Kamis (19/9), anak-anak perempuannya putus asa dan melompat bersama ke dalam kanal air," imbuhnya.

Wanita-wanita tersebut berusia 45 tahun, 43 tahun, 38 tahun, 35 tahun, dan 31 tahun. "Kami berhasil menyelamatkan yang paling bungsu, Fatima dan berhasil menemukan jasad dua wanita lainnya. Pencarian terhadap jasad yang lain masih berlangsung," terang Hasnain.

Mahar atau mas kawin merupakan masalah serius bagi keluarga miskin yang ada di Pakistan. Keluarga mempelai wanitalah yang wajib memberikan mahar bagi mempelai laki-laki.

Banyak wanita setempat yang tidak bisa menikah karena keluarga mereka tidak mampu memberikan hadiah atau uang yang diminta pihak mempelai laki-laki. Usia wajar untuk menikah bagi seorang wanita Pakistan antara 18 tahun hingga 28 tahun. Bagi mereka yang berusia di atas itu biasanya mengalami kesulitan mencari calon pendamping.

Wanita Pakistan yang tidak menikah biasanya akan mendapat cemoohan dari warga dan kerabatnya. Namun yang lebih buruk, bagi mereka yang tidak memiliki suami tentu tidak memiliki penyokong finansial dan berpotensi menghadapi kemiskinan.
( sumber : AFP/detik.com )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.