Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Nama Kepanjangan, Wanita Ini Susah Urus SIM

Senin,16 September 2013 | 11:53:00   Dibaca: 1043 kali
Nama Kepanjangan, Wanita Ini Susah Urus SIM
Ket Foto : SIM milik Janice “Lokelani” Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele. Huffingtonpost.com

HONOLULU – Apalah arti sebuah nama. Meski terbilang sepele, tapi nama bisa memberikan sejuta makna. Ada makna di dalam sebuah nama. Nama bisa menjelaskan harapan yang diberikan kepada si empunya nama atau juga sebagai ciri keluarga.

Namun, apa jadinya bila nama yang merupakan jati diri keluarga itu terlalu panjang, hingga mencapai 49 karakter (tanpa spasi tentunya). Tentu hal ini membuat si empunya nama kesulitan dalam mengurus berbagai dokumen negara yang mempunyai limit huruf untuk menuliskan nama.

Dilansir laman Huffington Post, Rabu, 11 September 2013, Janice Lokelani Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele menjadi kesal dan mengklaim bahwa negara telah berlaku tidak sopan dengan mengurangi satu huruf dari nama belakangnya.

Ini terjadi karena nama belakang Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele berjumlah 36, sedangkan kapasitas penulisan nama dalam SIM hanyalah 35 huruf. Oleh sebab itu, di dalam SIM, namanya tertulis menjadi Keihanaikukauakahihuliheekahaunael, dengan pengurangan satu huruf ‘e’ di belakangnya.

Nama unik dan panjangnya ini ia dapatkan setelah ia menikahi seorang pria asli Hawaii, yang sekarang sudah meninggal. Meski itu nama suaminya, tapi ia sangat menghargai dan akan terus memakai nama itu (mungkin sampai ia kelak menikah lagi). Ia juga menolak saat pemerintah mengusulkan untuk memperpendek namanya.

Sementara nama di SIM tidak tertulis lengkap (bahkan tidak ada nama depan), nama di KTP justru tertulis dengan lengkap. Pasalnya, pada saat ia membuat KTP, pemerintah membuatkan pengecualian limit untuk menulis namanya.

Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi Janice. Saat ada razia dan ia diminta mengeluarkan KTP dan SIM-nya, polisi lalu lintas mempertanyakan, kenapa kedua nama dalam identitasnya berbeda. Janice yang merasa dipojokkan menjadi marah dan menyalahkan lembaga pembuat SIM yang telah dengan seenaknya memangkas namanya.

Akhirnya, atas kejadian ini, pemerintah Hawaii pun akan memperpanjang limit karakter untuk penulisan nama di dalam kartu identitas agar kejadian yang dialami Janice Lokelani Keihanaikukauakahihuliheekahaunaele tidak terulang kembali. Dan, ini juga merupakan upaya untuk menghargai pemberian nama yang memang unik dan panjang khas warga Hawaii. ( sumber : tempo.co )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.