Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Sadis, Dump Truk Dirampok, Sopir Diikat Pakai Nilon, Mata Dilakban Lalu Dibuang ke Pinggir Sungai

Senin,16 September 2013 | 08:40:00   Dibaca: 2107 kali
Sadis, Dump Truk Dirampok, Sopir Diikat Pakai Nilon, Mata Dilakban Lalu Dibuang ke Pinggir Sungai
Ket Foto : ilustrasi. ( ktc )

 TANDUN - Aksi perampokan bersenjata api (senpi) kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Kali ini, Darwi Sinaga, sopir Dump Truck Colt Diesel Mitsubishi BM 9166 FS. Bukan hanya ditodong, Darwi juga diikat pakai tali nilon dan matanya di lakban, setelah itu korban dibuang ke pinggir sungau. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Rohul, Minggu (15/9/2013). Saat ini korban dibawa ke Polsek Tandun oleh warga yang menemukan. Kapolres Rohul, AKBP Onyx Trimurti SIK, membenarkan peristiwa yang menimpa Darwi. ''Laporannya memang ada dan sedang diselidiki,'' katanya dihubungi Senin (16/9/2013). Terkait penggunaan senpi yang dilakukan pelaku, Onyx mengakui bahwa anggotanya di Reskrim Polres Rohul masih melakukan penyelidikan. ''Masih diselidiki,'' tegas Onyx. Kejadian bermula sewaktu Darwi mengendarai mobil tersebut ditemani oleh Rahmat Diyono selaku kernet. Mobil yang dikendarai korban ini bermuatan sawit seberat 8 ton. Sewaktu melintas di Jalan Puo, tiba-tiba saja mobil Darwi didahului mobil dengan jenis serupa. Selanjutnya, mobil itu berhenti mendadak dan menghadang mobil korban. Ada 3 orang di mobil penghadang. Kemudian, dua pelaku turun dari mobil dan menghampiri korban. Pelaku dilihat korban membawa senjata tajam dan sebuah senpi mirip pistol. Melihat itu, kernet tadi kabur duluan ke arah semak-semak. Sedangkan Darwi berusaha melawan. Kalah jumlah dan di bawah ancaman senjata tajam dan senpi, pelaku berhasil memukul kepalanya. Selanjutnya, kaki serta tangan korban diikat pakai tali nilon. Mata Darwi ditutup pakai lakban dan membawa mobilnya kabur. Setibanya di Sungai Rambutan, Desa Tandun Barat, korban dicampakkan dari mobil. Tak hanya itu, HP Nokia X2 dan HP Samsung korban juga dibawa kabur. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 200 juta. Sekian lama terikat di tepian sungai, akhirnya korban ditemukan warga sekitar. Setelah nilon dan lakban dilepaskan, korban dibawa ke Polsek Tandun. ( sumber : merdeka.com/grc )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.