Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Australia: Tanpa Rekonsiliasi, Mesir Bisa Perang Saudara

Sabtu,16 Agustus 2013 | 09:40:00   Dibaca: 1702 kali
Australia: Tanpa Rekonsiliasi, Mesir Bisa Perang Saudara
Ket Foto : demo di Mesir. ( ktc )

Jakarta - Menlu Australia Bob Carr mengatakan, tindak kekerasan di Mesir akan berubah menjadi perang saudara kalau tidak segera diadakan pembicaraan rekonsiliasi. Sementara itu pihak berwenang Mesir bersiap-siap menghadapi rencana demo besar di Kairo setelah shalat Jumat hari ini.


Australia bersama dunia internasional menyerukan diakhirinya dengan damai kekerasan di Kairo yang telah merenggut lebih dari 600 korban jiwa.
Menurut Persaudaraan Muslim, paling tidak 2-ribu orang pendukung Presiden terguling, Mohammed Morsi, tewas sewaktu polisi dan tentara menyerbu kamp protes pada hari Rabu.
Departemen Luar Negeri Australia telah memanggil Dubes Mesir di Canberra, untuk menyatakan keprihatinan atas tewasnya banyak korban dalam pembongkaran kamp protes itu.
Kamp tersebut didirikan untuk mengecam penggulingan presiden pertama Mesir yang dipilih rakyat itu oleh militer pada tanggal 3 Juli.
Sebuah gedung pemerintah di Giza dekat Kairo dibakar oleh demonstran pro Morsi yang marah, dan tidak ada tanda-tanda akan ada penyelesaian politik.
Australia, Inggris dan Perancis meminta diadakannya sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
Dewan Keamanan telah mengimbau semua pihak di Mesir agar mengakhiri kekerasan dan saling menahan diri.
Menlu Australia Bob Carr mengatakan, situasinya sangat panas dan kemungkinan akan digelar protes di mana-mana.
Pihak berwenang di Kairo sedang bersiap-siap menghadapi protes lebih lanjut.
Polisi telah diinstruksikan untuk menggunakan amunisi tajam kalau jiwa mereka terancam.
Kaum Islamis menyerukan digelarnya rally di lapangan Ramsis di ibukota setelah sholat Jumat hari ini.
Sementara itu, Presiden Amerika, Barack Obama, mengecam keras langkah yang diambil pemerintah ad interim dan aparat keamanan Mesir.
Obama membatalkan rencana latihan militer dengan Mesir sebagai respons atas penindakan protes secara keras itu.
Katanya, kerjasama tradisional Amerika tidak bisa berlanjut sementara warga sipil tewas dibunuh di jalan-jalan, dan ia membatalkan latihan pertahanan dua tahunan yang menurut jadwal akan berlangsung September.
PresidenObama juga mengatakan, pemerintah mantan Presiden Morsi tidak melibatkan semua pigak dan tidak mengindahkan pandangan rakyat Mesir sewaktu banyak yang menyerukan perubahan.
Akan tetapi kata Obama, pemerintah ad interim Mesir harus segera mencabut undang-undang keadaan darurat dan menghormati hak unjuk protes secara damai.
Sementara itu, para pemimpin Eropa mengecam kekerasan di Mesir hari Kamis kemarin. Para duta besar Mesir dipanggil negara-negara Uni Eropa yang ingin menyatakan keprihatinan atas ditindak tegasnya para pemrotes.
Angka korban jiwa resmi di seluruh Mesir akibat penumpasan itu adalah sekitar 600, sebagian besar terjadi di Kairo.
Tapi angka itu agaknya tidak memperhitungkan mayat orang-orang yang belum diidentifikasi secara resmi.
Menurut Persaudaraan Muslim, angka korban jiwa yang sebenarnya adalah sekitar 2-ribu.( BBC )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.