Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Kapolres Kuansing Belum Tahu Laporan Hutan HPT Dirusak

Sabtu,16 Agustus 2013 | 05:48:00   Dibaca: 1213 kali
Kapolres Kuansing Belum Tahu Laporan Hutan HPT Dirusak
Ket Foto : Hutan Sumpu di Hulu Kuantan yang sudah rusak akibat pencaplokan. ( ktc )

TELUKKUANTAN-Terkait adanya laporan Forum Pembela Hak Adat Hulu Kuantan kepada Polsek Hulu Kuantan belum lama ini menyangkut aktifitas perusakan hutan produksi terbatas atau HPT di kawasan Sumpu belum lama ini ternyata tidak di ketahui Kapolres Kuansing, AKBP Wendry Purbyantoro.

"Belum ada laporan dari Polsek Hulu Kuantan kepada saya, nanti saya panggil Kapolseknya," Ungkap Wendry kepada riauterkini.com Jumat (16/8/13) di Mapolres Kuansing.

Diakui Wendry, memang ada konflik terkait masalah perambahan lahan HPT di wilayah hutan sumpu, namun terkait adanya laporan segenap masyarakat Hulu Kuantan tentang masih beroperasinya pihak yang mengatasnamakan PT Merauke dirinya sama sekali tidak mengetahui.

"Lain kali lapor ke Polres aja langsung, pasti kita tindak. Coba lihat, pelaku PETI yang menggunakan alat berat saja kami sikat," kata Wendry sambil menunjuk dua unit alat berat hasil tangkapannya belum lama ini.

Sekedar diketahui pada hari Kamis (25/7/13) lalu, puluhan masyarakat yang tergabung dalam forum tersebut berhasil menemukan 1 unit alat berat jenis ekscavator tengah melakukan aktifitas membersihkan lahan dikawasan Rimbo Batang Lipai Siabu, Kecamatan Hulu Kuantan.

" 1 unit alat berat jenis ekscavator terpakasa kami hentikan, karena alat tersebut sedang melakukan aktifitas dilahan terlarang, lahan itu dilarang digarap karena bertentangan dengan adat Hulu Kuantan, selain itu juga bertentangan dengan hukum negara, karena termasuk kawasan HPT," ujar pengurus Pembela hak adat Hulu Kuantan, Kosasih kepada riauterkini.com beberapa waktu lalu.

Setelah itu pihaknya melaporkan ulah pembabat hutan larangan tersebut oleh oknum yang mengatasnamakan PT Merauke ke Polsek Hulu Kuantan baik secara tertulis maupun secara lisan. Namun menurut Kosasih hingga saat ini tindak lanjut dari laporan tersebut belum ada kejelasan nya sampai sekarang.( riauterkini.com )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.