Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Suruh Kiai Bunuh Diri Pakai Mercon, Kapolsek Didemo Ratusan Santri

Minggu,04 Agustus 2013 | 01:57:00   Dibaca: 1757 kali
Suruh Kiai Bunuh Diri Pakai Mercon, Kapolsek Didemo Ratusan Santri
Ket Foto : ilustrasi. ( grc )
CILACAP - Kapolsek Gandrungmangu, AKP S diperiksa oleh Seksi Propam Kepolisian Resor Cilacap. Perwira polisi ini menonjok seorang sopir truk pengangkut pasir. Selain itu dia juga membentak pengurus pesantren dan menyuruh kiai bunuh diri pakai petasan sehingga membuat marah ratusan santri.


''Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh Propam. Apa pun yang terjadi, dia tetap salah,'' kata Kepala Polres Cilacap AKBP Wawan Muliawan saat dihubungi wartawan, di Cilacap, Jumat (2/8) seperti dikutip dari Antara.


Menurut AKBP Wawan, peristiwa tersebut berawal seorang sopir truk bernama Basuki mengirim pasir untuk Pondok Pesantren Metal Tobat Sunan Kali Jaga, Desa Bulusari, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. Pasir tersebut dibongkar di jalan dekat pesantren, Rabu (31/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB.


Secara kebetulan AKP S yang menjabat Kapolsek Gandrungmangu sedang berpatroli dan melintas di tempat itu.


Dia marah ketika mengetahui adanya tumpukan pasir di jalan, sehingga mencaci maki dan memukul Basuki.


Di tempat terpisah, seorang santri, Rio Nurdiyanto menceritakan, selain menonjok Basuki beberapa kali, oknum Kapolsek itu juga mengeluarkan kata-kata kotor.


''Tidak hanya Pak Basuki yang jadi sasaran, santri yang akan memindahkan pasir menggunakan sekop, dia larang dan menyuruh santri memindahkan pakai tangan,'' katanya.


Menurut Rio, aksi kekerasan yang dilakukan AKP S terhadap Basuki akhirnya memancing kemarahan para santri karena pemukulan tersebut dilakukan di depan anak yang masih berusia sekolah dasar. Namun emarahan para santri diredam oleh pimpinan pesantren, Kiai Soleh Ali Mahbub.


''Bahkan, Kiai Soleh Ali Mahbub mendatangi Mapolsek Gandrungmangu guna membicarakan masalah itu,'' katanya.


Namun AKP S justru memaki Kiai Soleh Ali Mahbub dan menyuruhnya bunuh diri dengan bahan petasan yang belum lama ini disita. Menurut dia, para santri semakin marah saat mengetahui Kiai Soleh Ali Mahbub disuruh untuk bunuh diri.


''Karena itu keluarga pondok menggelar rapat tertutup pada Kamis (1/8) siang dan malam seusai salat Tarawih,'' katanya.


Salah satu keputusan dalam rapat tertutup tersebut adalah melaporkan tindakan AKP S kepada pihak berwenang. Kiai Soleh pada Kamis malam meminta bantuan salah satu kerabatnya di Jakarta.


''Pak Kiai menelepon keluarganya yang punya jabatan di Jakarta, hingga akhirnya Kapolres Cilacap dan Provost datang ke sini dini hari tadi,'' katanya.


Dalam pertemuan tersebut, Kiai Soleh memastikan akan membuat laporan resmi atas perlakuan AKP S agar dapat diselesaikan melalui jalur hukum. ( goriau.com )


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.