Ket Foto : Nelson Simarmata dan Boru Raja Guguk menangisi empat anaknya yang tewas terpanggang. ( in

Ditinggal Orangtua Pergi Berjualan di Pasar Belilas Empat Kakak Beradik Hangus Terpanggang

Rabu,23 Juli 2013 - 01:02:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

RENGAT -Nelson Simarmata (35) dan Boru Raja Gugguk (35) terus saja menangis sambil menatap jasad empat buah hatinya yang sudah terbungkus kain ulos, Senin (22/7) siang. Pasangan suami istri ini harus kehilangan empat buah hati hasil pernikahan mereka secara tragis karena ikut terpanggang pada peristiwa kebakaran yang melanda rumah mereka, Senin (22/7), sekitar pukul 02.30 Wib.
 
Empat buah hati Nelson dan Boru Raja Gugguk yang tewas terpanggang diantaranya Dame Winda Sari Simarmata (7), Arnoldus Adi Saputra Simarmata (5), Grexon Fernando Simarmata (3) dan Frederikus Ferianto Solooh Simarmata yang masih berusia 1 tahun, 6 bulan. Jasad empat kakak beradik itu ditemukan dalam kondisi hangus dan berjejer menuju pintu rumah. Diduga empat kakak beradik itu berupaya keluar dari rumah namun gagal karena pintu dikunci dari luar.
 
Dari empat bersaudara yang tewas terpanggang itu, satu orang cewek dan tiga orang laki-laki. Akibat peristiwa ini Nelson Simarmata dan Boru Rajaguguk terlihat syok dan terus saja memegang jasad keempat anaknya.
 
Saat kebakaran terjadi, empat kakak beradik itu tengah tertidur lelap di rumahnya yang terletak di simpang tiga, SMA, Belilas, Kecamatan Seberida. Sedangkan kedua orangtuanya, Nelson Simarmata dan Boru Raja Gugguk pergi berjualan ke pasar sejak pukul 02.00 Wib.
 
Saat meninggalkan empat buah hatinya itu, Nelson dan Boru Rajaguguk memilih mengunci pintu rumah dari luar. Hal itu sudah biasa dan hampir setiap hari dilakukan oleh pasangan suami istri yang setiap hari harus meninggalkan rumah sejak pukul 02.00 dini hari untuk berjualan sayur tersebut.
 
Tidak ada yang mengetahui secara persis kapan peristiwa kebakaran itu terjadi. Selain waktunya dini hari, lokasi rumah Nelson Simarmata juga jauh dari rumah tetangga lain. Bahkan tetangga yang tinggal paling dekat dengan rumahnya Nelson baru mengetahui peristiwa kebakaran itu sekitar pukul 04.00 Wib. Selain itu, kebakaran dapat berlangsung dengan cepat karena rumah Nelson terbuat dari kayu dan mudah terbakar.
 
“Saya sekitar jam 04.00 dibangunkan tetangga sambil mengatakan ada kebakaran. Saya sempat pergi melihat kesana tetapi api sudah membakar seisi rumah dan tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkap tetangga korban, Nuriana. Rumah Nuriana merupakan yang paling dekat dengan rumah korban. Ditambahkannya, tiga unit mobil pemadaman kebakaran dari Pemkab Inhu baru tiba dilokasi kebakaran sekitar pukul 05.30 Wib.
 
Kapolsek Seberida, Kompol Yakop Silo didampingi Kanit Reskrim Iptu Elfis Remon mengatakan peristiwa kebakaran tragis itu baru diketahui sekitar pukul 04.00 Wib ketika polisi menerima laporan dari salah seorang warga. “Saat anggota polisi tiba dilokasi, seluruh bagian rumah sudah terbakar sehingga tidak banyak yang dapat dilakukan bersama warga, apalagi sumber air disekitar TKP sangat sulit,” ucapnya.
 
Setelah dimintai informasi kepada sejumlah warga diketahui rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah milik Nelson Simarmata. Kemudian warga memberitahukan Nelson dan istrinya yang tengah berada di Pasar Belilas berjualan sayur.
Ketika memperoleh kabar tersebut, Nelson dan Boru Raja Guguk langsung pulang kerumah. Begitu mengetahui keempat buah hatinya masih berada di dalam rumah dan ikut terpanggang, keduanya langsung pingsan.
 
Setelah api dipastikan padam, polisi kemudian mengevakuasi empat korban kakak beradik yang sudah hangus terbakar, bahkan sebagian anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Polisi kemudian membawa jasad korban ke RSUD Indrasari Rengat untuk dilakukan visum.
 
Keempat korban kemudian dibawa ke rumah keluarga Nelson Simarmata yang terletak di Gang Delima Jaya III RT 46, RW 06 Belilas. Ratusan pelayat langsung memadati rumah duka. Rencaanya keempat korban akan di kebumikan pada Senin (22/7) di daerah Puntian, RT 01, RW 01 Pangkalan Kasai. (TM01/INHU SATU.COM )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT