Ilustrasi. ( ktc )

Camat Singingi Minta Warga Tak Percaya Isu Pembukaan Lahan Transmigrasi

Senin,27 Mei 2013 - 05:34:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Saat ini di kecamatan Singingi beredar informasi bakal ada pembangunan kawasan transmigrasi seluas 3500 hektare. Untuk menjadi peserta transmigrasi warga diminta membayar uang Rp 750 ribu.
Terkait kebenaran informasi ini beberapa warga seperti Zulkarnain dan Echo berupaya mencari kebenaran berita tersebut, sebab informasi tersebut sudah sangat santer bereda di tengah-tengah masyarakat Singingi.
Menurut mereka untuk menjadi peserta transmigrasi warga harus membayar uang Rp 75o ribu dan akan mendapatkan lahan 1 kapling atau 2 hektare.
Terkait hal ini, Camat Singingi, Zulkaneri, S.Sos yang dihubungi, Senin ( 27/5 ) sore disela-sela seminar pemberantasan PETI di Balai Adat Teluk Kuantan menyanggahnya dengan tegas. Diakuinya informasi tersebut sudah lama beredar dan memang membuat warga sangat resah.
" Warga diminta jangan percaya dengan informasi pembukaan lahan transmigrasi tersebut, sebab tidak jelas siapa dan perusahaan mana yang akan melakukanya serta mereka tidak pernah melaporkan rencana pembukaan lahan transmigrasi tersebut kepada pemerintah kecamatan,"ujarnya.
Bagi warga yang merasa ragu dengan informasi tersebut ujarnya dapat bertanya dengan fihak kecamatan dan dinas sosial dan tenaga kerja Kuansing. Agar masyarakat tidak akan tertipu dengan aksi-aksi yang tidak jelas tersebut.
Dari informasi yang beredar ujarnya areal pembukaan lahan transmigrasi tersebut berada di desa Pangkalan Indarung. Padahal sudah jelas sekali ujarnya, kawasan hutan di sekitar desa tersebut merupakan kawasan hutan produksi terbatas yang tidak boleh diperjual belikan.
Kepada Kades Pangkalan Indarung jelas Zulkaneri, dirinya juga sudah minta agar memberi tahu warga mengenai rencana yang tidak jelas tersebut, agar tidak merugikan masyarakat dan berurusan dengan penegak hukum dimasa yang akan datang.
" Bagaimana statusnya jelas, melapor saja tidak pernah ke Kantor Camat,'pungkasnya. (isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT