Obama dan Sein (Reuters) . ( dtc/ktc )

Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan

Senin,20 Mei 2013 - 08:21:00 WIB
Share Tweet Google +

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Baracok Obama memiliki keprihatinan terhadap kondisi muslim di Myanmar yang terus menerus menjadi korban kekerasan. Ketika bertatap muka langsung dengan presiden Myanmar, Thein Sein, Obama meminta tamunya itu untuk melakukan tindakan nyata.

Pada Senin (20/3/2013) waktu setempat, Thein Sein melakukan kunjungan ke Gedung Putih dan bertemu dengan Obama di ruangan oval. Thein Sein adalah kepala negara Myanmar pertama dalam 47 tahun terakhir yang mengadakan kunjungan ke Gedung Putih.

Obama mengatakan Thein Sein telah memberikan jaminan kepadanyam bahwa pemerintah Myanmar akan terus melepaskan tahanan politik dan juga akan melakukan pembaharuan dalam bidang politik. Menurut Obama, Thein Sein juga berjanji untuk menyelesaikan konflik etnis di Myanmar.

"Saya juga berbicara dengan Presiden Sein mengenai keprihatinan kami yang mendalam mengenai kekerasan komunal yang ditujukan kepada komunitas muslim di Myanmar. Pengusiran, dan kekerasan terhadap mereka harus dihentikan," kata Obama seperti dilansir Reuters.

Sein yang berbicara melalui penerjemah, mengatakan negaranya menghadapi 'tugas yang menakutkan' dalam melaksanakan agenda reformasi. Namun orang nomor satu di Myanmar itu juga mengatakan demokrasi yang berkembang di negaranya harus terus dibina untuk tahun-tahun mendatang.

"Myanmar akan memerlukan 'bantuan dan pemahaman' dari masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, saat berjalan melalui proses ini," kata Sein.

Terkait konflik komunal di Myanmar ini, setidaknya 192 orang tewas tahun lalu dalam aksi kekerasan antara umat Buddha di Rakhine dan Muslim di Rohingya. Sejumlah sumber setempat mencatat sebanyak 140.000 orang muslim kehilangan tempat tinggal. ( reuter/tdc/ktc )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

Internasional

Pohon Berwajah Manusia di Negeri Dongeng, Kolombia

Kamis,22 Agustus 2013
Internasional

Wanita Pertama Dalam Daftar Teroris FBI

Sabtu,04 Mei 2013