Perjuangan Satpol PP Kuansing Amankan Aset Daerah Ditengah Minimnya Personil

Rabu,13 Februari 2018 - 08:04:00 WIB

Pagar rusak diduga tempat OTK masuk ke kantor Bupati

TELUK KUANTAN - Masyarakat Kuantan Singingi ( Kuansing ), Selasa ( 13/2 /2018)  pagi dihebohkan tulisan berwarna merah dibelakang papan nama kantor bupati Kabupaten Kuantan Singingi oleh orang tidak dikenal (OTK) .  Coretan itu berbunyi " Demi Rakyat Kuansing, Batalkan 6 M untuk Mobil Dinas Bupati!!!.Hidup Rakyat Miskin!!!#saverakyat#".

Coretan ini diduga sebagai berbentuk protes rencana Pemkab Kuansing melakukan pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Kuansing serta Sekda tahun 2018 ditengah kondisi keuangan yang sulit.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kuansing, Erdiansyah, SSos MSi kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/2), membeberkan,  kejadian ini diperkirakan terjadi dini hari. Pelakunya melewati pagar yang rusak dibagian depan kantor.

"Secara kesatuan, Saya sebagai Kasat Pol PP bertanggungjawab atas kejadian ini,”ujarnya.

Menurut laporan stafnya yang piket  saat itu, coretan ini baru mereka ketahui sekitar pukul 07.20 WIB pagi. Padahal saat mereka piket malam itu, sekitar pukul 01.00 WIB, belum terdapat tulisan tersebut.


Dirinya berjanji mengusut kejadian ini hingga tuntas. Bahkan, kasus ini akan dilaporkan kepihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kasat Intel Polres Kuansing.

Mengenai rekaman CCTV yang berada di kantor Bupati, dirinya menyebutkan CCTV yang ada mengarah ke gerbang masuk kantor Bupati dan satu lagi mengarah ke papan nama kantor tersebut.

“ Ketika dibuka, Kami tidak bisa melihat papan nama itu. Sebab ada cahaya lampu sorot mengarah ke CCTV sehingga pandangan Kita terganggu karena silau," ujar Erdiansyah.

Dirinya meminta oknum-oknum yang merasa kecewa terhadap Pemkab dibicarakan dan disampaikan dengan baik dan santun. Pemkab akan menampung aspirasi masyarakat selagi melalui jalur yang sesuai dengan etika sebagai masyarakat Kuansing seperti yang terjadi selama ini.

Terhadap tindakan bagi anggotanya yang piket saat itu juga akan diberikan sanksi jika ada unsur kekalaian.

“ Tapi tanggung jawab utama Saya, Saya yang memikul dan siap menerima konsekuensi,”kata Erdiansyah.

Sejatinya melihat perbandingan jumlah personil Satpol PP dan jumlah asset yang harus diamankan cukup memiriskan. Dari data di Satpol PP, jumlah personil yang siap jaga sebanyak 80 orang. 80 orang ini dalam seminggu dibagi dalam dua shif. 

“ Jadi shif pertama 40 orang tugas siang dan malam selama tiga hari lalu digantikan shif kedua 40  orang dan seterusnya,”ujar Erdiansyah saat ditanya wartawan mengenai jumlah anggotanya.

Dengan jumlah 40 personil Satpol PP yang bertugas setiap hari hingga malam mereka hanya dapat mengamankan kantor Bupati, gedung DPRD, rumah Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD. Sementara itu kantor dinas, badan dan asset daerah lain seperti hotel Kuansing, kampus Uniks dan Sport otomatis tidak dapat mereka jaga.

“ Setiap harinya baik siang dan malam empat petugas Satpol PP berjaga, dua siang hari dan dua malam hari. untuk mengamankan keenam asset ini dibutuhkan 24 personil. Idealnya untuk kantor Bupati dan DPRD dijaga enam personil karena areal luas dan asset yang banyak setiap saat,”kata  Erdiansyah.

“ Sisanya enam belas orang stand by di armada Damkar, stand memback up acara Pemkab di ibukota kabupaten dan kecamatan dan petugas patroli ke asset Pemkab lainnya yang  tidak dijaga seperti seperti dinas dan badan,”tambahnya.

Saat ditanya jumlah ideal, menurut Erdiansyah, sebanyak 300 orang.  Selain untuk mengamankan asset, mereka juga disiagakan membantu penanggulangan bencana, huru hara dan menegakkan Perda.( isa )