Bantu Petani, DPRD Minta Pemerintah Beli Karet Rakyat Seperti Bulog Beli Beras

Sabtu,07 Oktober 2017 - 09:36:00 WIB

Rombongan Komisi B di Kementrian Perdagangan RI. ( ktc )

TELUK KUANTAN - DPRD Kuantan Singingi ( Kuansing ) terus berusaha mencari solusi anjloknya harga karet, pasalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat daerah bergantung pada komoditi ini. Akibat anjloknya harga karet memukul pendapatan keluarga petani karet di Kuansing dan turut memukul sektor perdagangan akibat lesunya transaksi jual beli baik dipasar maupun di kedai dan warung.

Seakan tiada henti, DPRD Kuansing diwakili Komisi B yang membidang masalah perekonomian mengunjungi Kementrian Perdagangan RI di Jakarta, Jumat ( 6/10/2017 ). Di kementrian perdagangan mereka beradilog dengan Direketur Ekspor Hasil Perkebunan dan Pertanian.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kuansing, Andi Nurbai, mereka memaparkan kondisi sulit yang dialami petani karet Kuansing hingga saat ini. Salah satu yang mereka tawarkan, agar pemerintah karet petani layaknya kebijakan pemerintah membeli  beras yang dilakukan Bulog terhadap petani sawah.

" Kalau pemerintah bisa membeli beras dari petani mengapa untuk karet tidak,"ujaarnya.

Menurutnya, pemeirntah tidak akan merugi jika membeli karet masyarakat, sebab karet tidak akan rusak jika disimpan dalam waktu lama, sehingga faktor kerugian akan sangat kecil.

Seterusnya beber Andi Nurbai, Komisi B juga mendesak pemerintah menetapkan peraturan penggunaan bahan baku produksi industri yang berasal dari karet dengan karet asal Indoensia. " Minta meningkatkan konten penggunaan karet asal Indonesia untuk sektor industri sehingga karet Indonesia tidak melulu tergantung pada permintaan ekspor,"ujarnya.

Disamping itu, ungkapnya, Komisi B juga mempertanyakan penyebab anjloknya harga karet di Indonesia. Dari keterangan mereka, disebabkan Vietnam belum masuk dalam negara-negara pengeksport karet. Dengan demikian Vietnam dapat menjual karet kenegara konsumen dengan harga yang rendah.

" Sekarang dari keterangan Kementrian Perdagangan, Indonesia dan Malaysia serta Thaliand melobi agar Vietnam masuk menjadi anggota negara pengekpos karet, sehingga bersama-sama dapat mengendalikan harga karet dengan menetapkan jumlah volume eksport dan harga setiap tahunnya. Sekarang Vietnam memang bisa menjual murah tetapi lama kelamaan mereka juga bisa merugi,"ujar Andi Nurbai .

Andi Nurbai juga menambahkan, mereka mengundang Kementiian Perdaganagn RI untuk ke Kuansing melihat langsung penderitaan yang dialami petani karet dengan demikian mereka lebih terdorong mencarikan solusi.

Disamping Andi Nurbai ikut serta dalam kunjungan ini anggota Komisi B DPRD Kuansing lainnya seperti Naswan, Rosi Atali, Sutoyo, Anidar, Masran Ali dan Rino Elpando. ( mad )

.