Walau Sudah Bupati dan Wabup Baru, Masalah RSUD Belum Juga Temukan Titik Terang

Rabu,08 Juni 2016 - 10:20:00 WIB

Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Nurbai. ( ktc )

TELUK KUANTAN - Walaupun Kuansing sudah memiliki Bupati dan Wabup yang baru, namun permasalahan yang menimpa RSUD Teluk Kuantan terutama krisis obat untuk pasien BPJS belum juga menemukan titik terang. Padahal masalah yang mendapat perhatian hingga ke pusat tersebut perlu ditangani secepatnya, apalagi hal ini menyangkut hajat hidup puluhan ribu warga Kuansing yang menjadi peserta BPJS.

 

Masalah RSUD juga menjadi salah trending topic yang mendapat perhatian dan dibicarakan masyarakat menjelang akhir kepempinan mantan Bupati Kuansing H Sukarmis, terutama yang bernada miring akibat belum mampu menuntaskannya..

" Kita sayangkan juga hingga saat ini belum juga  nampak tindakan nyata  yang dilakukan Pemkab dibawah Bupati dan Wabup baru kebijakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah BPJS ini, padahal pasien sangat menunggunya, kapan RSUD bisa beroperasi normal seperti sedia kala,"ujar Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Nurbai, Rabu ( 8/6/.2016 ) siang.

" Beberapa waktu lalu karena masa transisi terjadi kegamangan dalam mengambil kebijakan, tetapi sekarang harusnya tidak terjadi lagi,"tambahnya.

Harusnya kata Andi Nurbai, penyelesaian masalah RSUD menjadi salah satu indikator kemampuan kepemimpinan baru Kuansing dalam mengurai permasalahan yang terjadi. " Makin cepat maka kepercayaan masyarakat semakin baik, sekarang belum  jelas langkah yang akan diambil dan kapan akan selesainya,"ujarnya.

Untuk itu, Andi Nurbai meminta,  kedepan fokus bekerja bersama SKPD  mengatasi masalah-masalah yang urgent seperti RSUD. " Harus ditimbulkan rasa saling percaya diantara mereka ( pimpinan dan SKPD ), karena bagaimanapun  enam bulan kedepan, mereka berada dalam satu tim untuk melaksanakan semua agenda pembangunan dan permasalahan yang terjadi, termasuk RSUD, harus segera dituntaskan, pasien sudah sangat menunggu,seluruh SKPD terkait harus bekerja keras dan begitu juga pemangku kepentingan, , kegagalan masa lalu tak boleh terulang,"pungkasnya. ( isa )