Yopi: Saya Bukan Penghianat, Ini Pilihan Rakyat

Minggu,07 September 2013 - 02:36:00 WIB

Yopi Erianto. ( prc )

PEKANBARU - Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Yopi Arianto, merasa terenyuh jika disebut dirinya telah menghianati partai sendiri pada Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2013 ini.
Sebagai kader Golkar dan ketua partai, ia mengaku telah berjuang serta berusaha keras untuk menjalankan amanat dan perintah partai. Namun, ia menyesalkan jika perjuangannya itu tidak dianggap dan malah menuding dirinya penghianat partai.
"Saya bukan tipe penghianat. Jabatan yang saya emban merupakan amanah yang wajib saya jalankan. Kalau saya dipersalahkan karena tidak bisa memenangkan pasangan calon dari partai saya sendiri, saya terima lapang dada. Saya akan introspeksi dan menjadikannya pembelajaran. Tapi, kalau dibilang penghianat saya tak terima!" ucap Yopi Arianto, kepada politikriau.com, Sabtu (7/9).
Diterangkan Bupati Inhu ini, sebagai ketua partai besar, dia tidak mungkin bermain-main dengan kebijakan dan keputusan yang telah diembankan petinggi partai kepada dirinya. Sebab, dia juga sangat berkepentingan jika Partai Golkar memenangkan Pilkada Riau 2013 dan Pemilu 2014.
"Saya lahir, darah Golkar ini sudah mengalir dalam diri saya. Jadi, mau berkhianat bagaimana? Apakah semua ketua partai harus di cap penghianat jika calon yang diusung partainya kalah di daerah dia memimpin? Apa harus seperti itu yang saya terima, seolah-olah saya ini ingin menghancurkan partai sendiri," pungkas Yopi, bupati paling muda di Indonesia.
Dia mengungkapkan pula, selama menjabat sebagai bupati, dirinya membangun masyarakat dan daerah di Inhu tak terlepas dari program dan visi misi Partai Golkar untuk mensejahterakan rakyat.
Bahkan, saat melakukan sosialisasi dan kampanye Pilgubri 2013, dia memaparkan kepada masyarakat luas tentang program dan bantuan dari pasangan calon Partai Golkar, jika terpilih menjadi pemimpin di Riau maka Kabupaten Inhu akan mendapatkan bantuan sebesar Rp200 miliar per tahun.
"Saya bisa menjadi bupati juga karena Partai Golkar. Disini saya berkewajiban untuk terus membesarkan partai, membangun daerah, dan mensejahterakan masyarakatnya. Tapi, pilkada ini kan menyangkut pilihan rakyat. Jadi, mari lah sama-sama kita hargai. Sebagai ketua partai saya introspkesi dan menjadikan hal ini pembelajaran politik untuk kedepannya," ucap Yopi Arianto. ( sumber : politikriau.com )